BBPOM Makassar Perkuat Upaya Cegah Pencemaran Lingkungan melalui Program ABSO

  • 02 Agt 2026 08:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan melalui Program Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO). Program ini bertujuan mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat kedaluwarsa maupun obat sisa yang tidak digunakan secara sembarangan.

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan sampah obat yang dibuang bersama sampah rumah tangga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari penyalahgunaan obat hingga pencemaran tanah dan perairan akibat kandungan bahan aktif farmasi yang tidak terkelola dengan baik. "Sampah sisa obat jika dibuang sembarangan berpotensi disalahgunakan dan mencemari lingkungan. Melalui ABSO, masyarakat dapat menaruh sampah obat di setiap apotek yang menjadi mitra untuk selanjutnya dimusnahkan secara lestari," ujar Yosef, Minggu, 2 Agustus 2026.

Dikatakan program ABSO dilaksanakan melalui kolaborasi BBPOM Makassar dengan GP Farmasi dan sejumlah apotek. Yosef menjelaskan masyarakat dapat mengembalikan obat yang sudah kedaluwarsa, rusak, maupun tidak lagi digunakan ke titik pengumpulan yang telah disediakan sehingga proses pemusnahannya dapat dilakukan sesuai ketentuan dan tidak mencemari lingkungan.

Untuk di Kota Makassar sendiri, BBPOM memiliki tempat pembuangan sampah khusus obat yang disediakan di depan Kantor BBPOM Makassar jalan Baji Minasa. Selain mencegah pencemaran, pengelolaan sampah obat yang benar juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko resistensi antimikroba. Residu antibiotik yang terbuang ke lingkungan dapat mendorong munculnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik sehingga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat di masa mendatang.

Yosef menilai pengelolaan sampah obat memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, apotek, organisasi profesi, pemerintah daerah hingga masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam membangun budaya pengelolaan limbah farmasi rumah tangga yang aman dan bertanggung jawab.

"Keberhasilan pengelolaan sampah obat tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat semakin sadar pentingnya membuang obat dengan benar demi melindungi kesehatan dan menjaga kelestarian lingkungan," kata Yosef.

Melalui Program ABSO, Yosef berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pengumpulan sampah obat di apotek mitra. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, mencegah penyalahgunaan obat, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....