Pertamina Perkuat Distribusi Biosolar Demi Jaga Pasokan Sulawesi

  • 31 Jul 2026 14:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar -PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat distribusi Biosolar bersubsidi guna memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor logistik di berbagai wilayah tetap terpenuhi. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan pasokan Biosolar di sejumlah SPBU, penguatan armada mobil tangki perbantuan, serta optimalisasi operasional terminal bahan bakar minyak (BBM) dan layanan di SPBU yang mengalami peningkatan permintaan.

Sebagai upaya mengantisipasi lonjakan konsumsi, Pertamina meningkatkan pasokan Biosolar sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal pada sejumlah SPBU di wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Selain itu, armada mobil tangki perbantuan disiagakan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara untuk mempercepat distribusi BBM dari fuel terminal menuju SPBU sehingga pengisian ulang stok dapat berlangsung lebih cepat.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, Integrated Terminal Makassar juga dioperasikan selama 24 jam agar proses penerimaan, pemuatan, hingga pengiriman BBM ke SPBU berjalan tanpa henti sesuai kebutuhan di lapangan.

Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan seluruh penyaluran Biosolar tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan regulator.

"Penyaluran Biosolar kami lakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Ketika terjadi peningkatan konsumsi di suatu wilayah, kami melakukan penambahan pasokan, mengoptimalkan pengiriman dari Fuel Terminal, mengoperasikan Depot BBM Makassar selama 24 jam, serta menambah mobil tangki perbantuan untuk memperkuat distribusi ke SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujar Yoga, Jumat (31/7/2026).

Menurut Yoga, kondisi stok Biosolar di fuel terminal maupun SPBU terus dipantau secara berkala. Penyaluran juga diprioritaskan ke SPBU dengan tingkat kebutuhan lebih tinggi agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu.

Ia menambahkan, di Sulawesi Utara penggunaan mobil tangki perbantuan turut dimaksimalkan untuk mempercepat distribusi ke SPBU yang mengalami peningkatan permintaan.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan juga melakukan berbagai langkah operasional di SPBU untuk mengurangi antrean kendaraan.

"Selain memastikan pasokan tetap tersedia, kami mengaktifkan marshall pada SPBU dengan volume penyaluran tinggi untuk membantu mengatur arus kendaraan, memberikan informasi kepada konsumen, serta mempercepat proses pelayanan," kata Lilik.

Ia menambahkan, Pertamina bersama pengelola SPBU, Hiswana Migas, dan instansi terkait terus melakukan pemetaan SPBU prioritas, mengoptimalkan jadwal distribusi, serta menyesuaikan pola penyaluran apabila terjadi lonjakan konsumsi di wilayah tertentu.

Khusus di Kota Makassar, jam operasional SPBU Pettarani juga disesuaikan agar waktu pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih panjang, sekaligus membantu mengurai antrean pada jam-jam sibuk.

Pertamina Patra Niaga memastikan stok Biosolar di seluruh wilayah Sulawesi dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukannya agar penyaluran tetap tepat sasaran.

Untuk memperoleh informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina Patra Niaga, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Seluruh laporan dan pengaduan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.(**)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....