Bappenas Apresiasi Komitmen Maros-Pangkep di Revalidasi UNESCO Global Geopark

  • 29 Jul 2026 17:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros- Revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep bukan hanya menjadi penentu keberlanjutan status green card, tetapi juga menjadi peluang emas untuk membawa kawasan geopark kebanggaan Sulawesi Selatan menuju pengelolaan berstandar internasional. Bagi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, proses ini merupakan momentum penting untuk menyempurnakan tata kelola kawasan melalui berbagai rekomendasi dari tim asesor UNESCO.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, mengatakan Bappenas hadir sebagai Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia yang mendampingi seluruh tahapan revalidasi. Mulai dari penyusunan dokumen dossier, pengajuan ke UNESCO, simulasi penilaian, hingga pelaksanaan evaluasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan Maros-Pangkep menghadapi proses penilaian.

Menurut Togu, kedatangan asesor UNESCO tidak semata-mata untuk menentukan apakah Maros-Pangkep layak mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Lebih dari itu, tim asesor akan memberikan berbagai rekomendasi yang menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan agar semakin profesional dan sesuai standar geopark dunia.

"Jadi, kedatangan asesor UNESCO ini bukan semata hanya untuk kita mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Tapi lebih dari itu kita akan mendapat masukan, rekomendasi agar pengelolaan Maros-Pangkep ini bisa lebih profesional dan bertaraf internasional," ujarnya Selasa 28 Juli 2026 malam.

Togu menjelaskan, Maros-Pangkep merupakan kawasan yang memiliki keunggulan luar biasa karena memadukan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya dalam satu bentang alam. Keterpaduan ketiga unsur tersebut menjadikan kawasan ini memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Ia mencontohkan kawasan Bantimurung yang menjadi representasi kuat tiga pilar utama geopark, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Menurutnya, kekayaan tersebut merupakan warisan dunia yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.

"Maros-Pangkep bahkan seluruhnya memiliki keterkaitan geo, bio, dan culture. Itu diakui dunia. Ini adalah warisan yang luar biasa dan memberikan manfaat besar bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang," katanya.

Selain kekayaan alamnya, Togu mengaku terkesan dengan tingginya komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses revalidasi. Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros dan Pangkep, organisasi perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha menjadi salah satu kekuatan utama Geopark Maros-Pangkep.

Menurutnya, kekompakan tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari tim asesor UNESCO yang melihat tingginya pemahaman seluruh elemen terhadap konsep dan manfaat geopark. "Kami terharu melihat komitmen semua pihak. Dari gubernur, bupati, dinas, komunitas hingga masyarakat, semuanya memahami pentingnya geopark. Hal itu juga mendapat apresiasi dari asesor UNESCO," ungkapnya.

Togu menegaskan, keberhasilan mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep sangat bergantung pada tiga hal, yakni pemahaman, komitmen, dan kolaborasi seluruh pihak. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Maros-Pangkep tidak hanya mampu mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga berkembang sebagai kawasan geopark berkelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....