Jaga Stabilitas Pasokan, BULOG Rencana Tambah Pagu Jagung SPHP
- 28 Jul 2026 08:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) telah merealisasikan 66 persen penyaluran jagung SPHP untuk peternak ayam petelur. Dari target penyaluran 2.245 ton, sebanyak 1.485 ton telah terserap. Program ini bertujuan untuk menjaga pasokan pakan sekaligus mengendalikan harga telur dan daging ayam.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan masih terdapat sekitar 759 ton jagung SPHP yang belum tersalurkan,penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. "Dari target penyaluran 2.245 ton, saat ini sudah terserap 1.485 ton atau sekitar 66 persen," kata Fahrurozi.
Ia menambahkan, pemerintah juga berencana menambah alokasi jagung SPHP bagi peternak, penambahan pagu disiapkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga telur dan daging ayam. Namun, Bulog masih menunggu regulasi dan penetapan resmi dari pemerintah pusat.
Fahrurozi menjelaskan jagung merupakan komponen utama dalam penyusunan pakan ternak. Sekitar 50 persen kebutuhan pakan ayam berasal dari jagung. "Salah satu komponen kenaikan harga telur dan ayam adalah pakan, dan sekitar 50 persen kebutuhan pakan itu adalah jagung," ujarnya.
Ia menegaskan penyaluran jagung SPHP tidak dilakukan secara bebas kepada masyarakat. Distribusi menggunakan sistem by name by address kepada peternak yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian atau Dinas Peternakan setempat. Peternak juga harus melalui asosiasi sebelum diusulkan sebagai penerima program.
Fahrurozi mengatakan rencana penambahan alokasi mencapai sekitar 3.000 ton. Jika disetujui, total pagu penyaluran jagung di Sulselbar akan meningkat menjadi sekitar 5.000 ton. Program tersebut juga direncanakan menjangkau tambahan 214 peternak di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Penyaluran jagung saat ini mencakup 12 kabupaten di Sulawesi Selatan dan empat kabupaten di Sulawesi Barat. Kabupaten Sidrap dan Enrekang menjadi daerah penerima terbesar di Sulawesi Selatan. "Kami masih menunggu regulasi dari pusat sebelum penambahan pagu dan daftar penerima dapat direalisasikan," ucap Fahrurozi. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....