Perempuan Selayar Ubah Limbah Kelapa Disulap Jadi Pewarna Alami

  • 27 Jul 2026 07:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Kepulauan Selayar – Limbah kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi oleh kader PKK di Kabupaten Kepulauan Selayar. Melalui Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi The Green Gold Kelapa Selayar, perempuan dibekali keterampilan mengolah sabut kelapa menjadi pewarna alami untuk membatik sebagai upaya membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program BESTARI Saintek yang digagas bersama Tim Riset Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep). Kegiatan berlangsung di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu , 25 Juli 2026 ini diikuti kader PKK sebagai sasaran utama pemberdayaan masyarakat.

Tim Riset BESTARI Saintek yang dipimpin Ketua Tim Riset, Dr. Zulfitriany D. Mustaka, S.P., M.P., memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknik pembuatan pewarna alami dari sabut kelapa yang kemudian diaplikasikan dalam kegiatan membatik.

Melalui inovasi tersebut, sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi bahan pewarna ramah lingkungan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal Selayar.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah dan dunia akademik dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa melalui riset dan inovasi.

“Program ini menjadi peluang besar bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengambil peran dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Yanti berharap program yang melibatkan perguruan tinggi tersebut mampu melahirkan inovasi yang mudah diterapkan masyarakat, terutama kelompok usaha perempuan dan pelaku UMKM.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, kreativitas, dan inovasi menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.

“TP PKK siap bersinergi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat penting agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Program BESTARI Saintek dengan konsep The Green Gold Kelapa Selayar diarahkan untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai tambah tinggi. Melalui pendekatan riset dan inovasi, kelapa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), arang tempurung, briket, produk olahan pangan, hingga kerajinan berbasis limbah kelapa.

Program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal serta mendorong hilirisasi produk unggulan daerah. Dengan keterlibatan TP PKK dan dukungan Tim Riset BESTARI Saintek Polipangkep, pengembangan komoditas kelapa diharapkan mampu menciptakan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....