Kecamatan Panakkukang Dorong Warga Pilah Sampah meski Anggaran Terbatas

  • 26 Jul 2026 17:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kecamatan Panakkukang mengakui masih menghadapi keterbatasan anggaran dalam menyediakan fasilitas tempat sampah bagi seluruh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah penerapan kebijakan baru Pemerintah Kota Makassar yang mulai 1 Agustus 2026 membatasi jenis sampah yang masuk ke TPA Antang.

Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan pemerintah kecamatan sebenarnya telah merencanakan penyediaan tempat sampah bagi masyarakat. Namun, waktu yang terbatas setelah adanya instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar membuat realisasi program tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Kami memang melakukan perencanaan untuk memberikan masyarakat tempat sampah, tetapi setelah adanya instruksi dari DLH Makassar terkait pemilahan sampah karena mulai 1 Agustus TPA hanya menerima sampah residu, kami belum mampu menyiapkan fasilitas itu secara menyeluruh. Pertama karena anggaran terbatas, kedua kami berharap keterlibatan masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk minimal menyiapkan tempat sampah secara mandiri," ujar Syahril.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemilahan sampah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri mengingat keterbatasan kemampuan anggaran dalam menyediakan sarana bagi seluruh warga.

Di sisi lain, pihaknya tetap mengoptimalkan langkah-langkah nonfisik melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan, RT/RW, petugas kebersihan, serta kader lingkungan terus mengampanyekan pentingnya memilah sampah dari sumbernya.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung seperti TPS3R, teba komposter, dan rumah maggot juga telah dipersiapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

"Kami dari Pemerintah Kecamatan Panakkukang mendukung penuh program Pemkot Makassar. Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan penutupan TPA Antang untuk sampah yang tidak dipilah. Yang terpenting adalah masyarakat mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah," kata Syahril.

Syahril optimistis keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan pemerintah, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya peduli lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....