Pemilahan Sampah dari Rumah Dinilai Efektif Kurangi Beban TPA Antang
- 26 Jul 2026 16:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program pemilahan sampah dari rumah mulai diterapkan di berbagai wilayah sebagai upaya mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang serta adanya kebijakan penutupan TPA Antang dari sampah organik dan non organik. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang secara bertahap.
Warga Kecamatan Panakkukang, Randi, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, program pemilahan sampah merupakan langkah tepat untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Saya mendukung kebijakan ini karena bertujuan mengurangi timbunan sampah yang ada di TPA Antang. Saat ini saya mulai membiasakan memilah sampah dari rumah meskipun masih dalam tahapan penyesuaian. Di rumah kami sudah menyiapkan wadah terpisah untuk sampah organik dan nonorganik, meski di beberapa lingkungan masih ada yang menggunakan satu tempat sampah sehingga perlu penambahan fasilitas," ujar Randi, Minggu 26 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sosialisasi mengenai pemilahan sampah telah dilakukan oleh RT dan RW kepada masyarakat. Namun demikian, menurutnya masih diperlukan edukasi secara berkelanjutan agar seluruh warga memahami tata cara memilah sampah dengan benar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam praktiknya, Randi menyebut sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, dikumpulkan untuk dijual ke bank sampah atau tempat penampungan. Sementara itu, sampah organik berupa sisa makanan diolah melalui fasilitas teba maupun biopori yang telah tersedia di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung seperti teba dan biopori sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah organik. Fasilitas tersebut menjadi solusi agar sampah tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir dan dapat dimanfaatkan kembali secara ramah lingkungan.
"Program ini sebenarnya sangat bagus karena bisa mengubah kebiasaan buruk masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan dan tidak memilah sampah. Memang pada awalnya membutuhkan penyesuaian karena mengubah kebiasaan, tetapi jika dilakukan secara bertahap, rutin, serta didukung fasilitas yang memadai, maka kebiasaan ini akan menjadi sesuatu yang positif," kata Randi.
Randi berharap program pemilahan sampah dapat dijalankan secara konsisten dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia optimistis, apabila kesadaran warga terus meningkat dan pemerintah melengkapi sarana pendukung yang dibutuhkan, maka upaya mengurangi timbunan sampah di TPA Antang dapat tercapai sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....