Deteksi Dini TBC Lindungi Keluarga dari Risiko Penularan
- 24 Jul 2026 13:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Upaya deteksi dini tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu langkah penting dalam memutus rantai penularan sekaligus melindungi anggota keluarga dari risiko infeksi. Pemerintah terus mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala TBC dan tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Hal tersebut mengemuka dalam Program Asta Cita Indonesia Sehat PRO1 RRI Makassar edisi Jumat, 24 Juli 2026 yang dipandu Arfan Yusri. Dialog menghadirkan Kepala Seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Siti Hidayah, SKM., M.Kes., secara daring untuk membahas pentingnya deteksi dini dalam upaya pengendalian TBC.
Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya penanggulangannya tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat.
| Baca juga: Pemkot Makassar Perkuat Mitigasi Kebencanaan |
Siti Hidayah menjelaskan bahwa Indonesia masih termasuk negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia. Sementara itu, Sulawesi Selatan juga masih berada dalam kelompok 10 provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia, sehingga penemuan kasus secara aktif menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
"TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tetapi kuncinya adalah deteksi dini. Jangan menunggu kondisi semakin parah. Jika seseorang mengalami batuk selama dua minggu atau lebih, disertai gejala seperti demam, keringat malam, atau penurunan berat badan, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Siti Hidayah.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat strategi skrining aktif melalui puskesmas, rumah sakit, jejaring layanan kesehatan, serta kegiatan penelusuran kontak erat (contact investigation). Setiap anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC juga didorong menjalani pemeriksaan agar penularan dapat diketahui lebih cepat dan pengobatan segera diberikan.
Selain meningkatkan skrining, Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi diagnostik modern, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, organisasi profesi, rumah sakit, hingga kader kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target eliminasi TBC secara bertahap sesuai kebijakan nasional.
"Kami tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga melakukan penemuan kasus secara aktif. Kader kesehatan, petugas puskesmas, hingga lintas sektor kami libatkan untuk menemukan kasus lebih awal. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, sehingga risiko penularan di lingkungan keluarga dapat ditekan," jelasnya.
Siti Hidayah juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengobatan TBC sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas. Pengobatan yang terputus dapat menyebabkan terjadinya kekebalan obat (drug resistant tuberculosis), sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting agar pasien tetap disiplin menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Di akhir dialog, Siti Hidayah mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk menghilangkan stigma terhadap penyandang TBC dan memberikan dukungan selama proses pengobatan. Ia juga mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC, sehingga penularan dapat dicegah sejak dini.
"Mari kita bersama-sama menghentikan penularan TBC dimulai dari keluarga. Jangan takut untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh dan semakin banyak anggota keluarga yang dapat kita lindungi. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis angka TBC di Sulawesi Selatan dapat terus ditekan menuju target eliminasi TBC di Indonesia," tutup Siti Hidayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....