Ribuan Anak Tak Sekolah, Sulsel Gencarkan Program Kembali Belajar
- 23 Jul 2026 10:31 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat terdapat puluhan ribu anak yang menyandang status anak tidak sekolah. Kepala Bidang P3A Dinas P3A Dalduk KB Sulsel, Maisy Papayungan, menyebutkan data tersebut berasal dari akumulasi data di 24 kabupaten dan kota.
Menurut Maisy Papayungan, jumlah anak yang tidak pernah sekolah saat ini semakin kecil seiring makin terbukanya akses pendidikan. "Kondisi ini mencakup anak-anak yang mengalami putus sekolah maupun mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali," sebut Maisy saat hadir sebagai narasumber di Pro 1 RRI Makassar Rabu, 23 Juli 2026.
Maisy Papayungan mengungkapkan, setiap kabupaten/kota rata-rata terdapat 5.000 hingga 8.000 anak yang tidak bersekolah. Meski demikian, data dari setiap daerah menunjukkan angka yang terbilang cukup memprihatinkan.
Maisy Papayungan menjelaskan, Gubernur Sulsel telah mendorong Dinas Pendidikan untuk membentuk tim khusus di setiap daerah. "Mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggiatkan berbagai program pengembalian anak ke sekolah," jelas Kabid D3A Danduk KB Sulsel ini.
Maisy Papayungan menegaskan, teridentifikasinya banyak anak yang kini telah kembali belajar. Dikatakan, tim tersebut bertugas mendeteksi, mendata, hingga memasukkan kembali anak-anak yang putus sekolah ke lembaga pendidikan formal.
Dari sisi psikologis menurut Maisy, anak yang putus sekolah dinilai belum memiliki pertimbangan logis terkait masa depan mereka. Maisy Papayungan mengingatkan bahwa anak-anak belum mampu berpikir panjang mengenai dampak jangka panjang dari ketiadaan ijazah.
Maisy Papayungan menekankan pentingnya sekolah sebagai wadah untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, serta bekal memasuki dunia kerja. "Peran orang tua dianggap sebagai garda terdepan untuk memandu keputusan anak demi menjamin masa depan mereka," tekan Maisy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....