BPBD Pinrang Menyebut Fenomena Godzilla El Nino Perpanjang Kemarau

  • 23 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - BPBD Pinrang memperingatkan musim kemarau tahun ini lebih panas akibat fenomena Godzilla El Nino. Kondisi kering diperkirakan berlangsung hingga Oktober bahkan November mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pinrang, Rhommy Manule, menjelaskan fenomena serupa pernah terjadi pada 2023 di Sulawesi Selatan. " El Nino itu pernah terjadi di tahun 2023 di Sulawesi Selatan, tetapi tidak sama di dalam potensi cuaca dan iklimnya. Ini lebih panas," kata Rhommy Manule saat menjadi narasumber dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 21 Juli 2026.

Puncak musim kemarau tahun ini sudah terasa sejak Juli dan diperkirakan mulai menurun pada September. Musim kering diperkirakan tetap berlangsung hingga Oktober dan November.

"Bulan Juli, Agustus akan menurun di September, tapi kemungkinan bulan keringnya akan panjang sampai Oktober, November," ujar Rhommy.

Rhommy bahkan memprediksi potensi minimnya curah hujan berlanjut hingga pergantian tahun 2026 menuju 2027, berdasarkan data Pusdalops BPBD serta BMKG pusat dan wilayah. Ia mengimbau seluruh warga menjaga ketersediaan sumber air baku di lingkungan masing-masing selama kemarau panjang berlangsung.

"Kita harapkan kepada seluruh warga masyarakat, kita himbau tolong dijaga ketersediaan sumber air baku di masing-masing rumah di lingkungannya," kata Rhommy.

Selain krisis air, kemarau panjang turut meningkatkan risiko kebakaran akibat kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok maupun korsleting listrik. Minimnya air turut menyulitkan proses pemadaman kebakaran, diperparah minimnya curah hujan di daerah aliran Sungai Sadang yang melintasi Toraja dan Enrekang.

BPBD Pinrang berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Selatan dan BNPB untuk mengantisipasi potensi kekeringan ekstrem ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....