Terminal Daya Disiapkan Jadi Pusat Logistik Modern

  • 16 Jul 2026 07:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro menyiapkan transformasi besar Terminal Regional Daya menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta mengurangi kemacetan di wilayah utara Kota Makassar. Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan pengembangan tersebut merupakan strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset terminal yang selama ini belum digunakan secara maksimal.

"Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar naik turun penumpang," kata Elber, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, Terminal Regional Daya memiliki luas lahan sekitar 12 hektare. Namun, area yang saat ini digunakan untuk operasional terminal penumpang AKAP dan AKDP hanya sekitar satu hingga dua hektare. Sisanya, sekitar 10 hektare, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan bisnis dan logistik.

Elber menjelaskan, konsep terminal logistik tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, khususnya dalam penataan kawasan perkotaan dan penguatan sektor UMKM. Melalui program tersebut, aktivitas ekspedisi barang yang selama ini tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah utara Kota Makassar akan dipusatkan di Terminal Daya.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kawasan usaha yang lebih tertata sekaligus mengurangi kemacetan akibat aktivitas bongkar muat kendaraan ekspedisi. "Selama ini aktivitas ekspedisi cukup banyak berada di wilayah utara Kota Makassar dan menimbulkan gangguan lalu lintas. Ke depan kami ingin seluruh aktivitas ekspedisi itu dipusatkan di Terminal Daya sehingga lebih tertata," ujarnya.

Perumda Terminal Makassar Metro saat ini masih berada pada tahap sosialisasi kepada asosiasi perusahaan ekspedisi. Selanjutnya, sosialisasi akan diperluas kepada para pelaku usaha dengan melibatkan pemerintah kecamatan yang selama ini menjadi lokasi aktivitas ekspedisi.

Pihaknya menargetkan proses relokasi perusahaan ekspedisi mulai berjalan pada 2026 secara bertahap. Pelaku usaha nantinya dapat memanfaatkan fasilitas kios maupun lahan yang disediakan melalui skema sewa sesuai regulasi yang berlaku.

Selain pengembangan terminal logistik, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan sejumlah proyek investasi lain, termasuk pembangunan SPBU di area depan Terminal Daya yang telah menarik minat investor. Di sisi kelembagaan, perusahaan daerah tersebut juga tengah mempersiapkan transformasi status dari Perumda menjadi Perseroda guna meningkatkan fleksibilitas investasi dan memperluas peluang kerja sama bisnis.

Elber menargetkan pembangunan kawasan Terminal Daya berlangsung bertahap pada periode 2026–2027, sementara proses perubahan status menjadi Perseroda ditargetkan rampung pada 2027–2028. "Kalau terminal ekspedisi ini berjalan, maka potensi bisnisnya sangat besar. Di sisi lain, kemacetan yang selama ini terjadi di empat kecamatan wilayah utara Kota Makassar juga bisa ditangani dengan lebih baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....