Nasaruddin Umar Resmikan Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar

  • 10 Jul 2026 21:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meletakkan batu pertama pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia pertama di kawasan Indonesia Timur, Kamis 9 Juli 2026. Lebih dari sekadar pembangunan sebuah monumen, proyek yang berlokasi di Kompleks BTP Blok AC, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar itu diharapkan menjadi simbol kuat persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga budaya Siri', nilai luhur masyarakat Bugis-Makassar yang mengajarkan rasa malu untuk melakukan perbuatan tercela. Menurutnya, nilai budaya tersebut harus terus dipelihara sebagai benteng moral untuk mencegah konflik antarsuku maupun antarumat beragama.

"Pertahankan budaya Siri' Jadikan pertentangan antaretnik sebagai sesuatu yang memalukan," tegas Menag.

Ia menilai, di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, budaya Siri' memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar nilai budaya lokal. Siri' menjadi fondasi etika sosial yang mengajarkan penghormatan terhadap sesama, menjaga martabat bersama, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan.

Bagi Menag, pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat. "Kadang sebuah monumen dibangun di tempat kecil, tetapi memberi dampak yang besar. Di sini masyarakat akan terus diingatkan bahwa kita semua sama," ujarnya.

Nasaruddin Umar menyebut Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah yang memiliki modal sosial kuat dalam menjaga harmoni. Kehidupan masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja yang selama ini hidup berdampingan menjadi bukti bahwa perbedaan suku, budaya, maupun agama bukan penghalang untuk membangun persaudaraan.

"Etnik boleh berbeda, agama boleh berbeda, tetapi jangan ada yang mengganggu keutuhan persaudaraan kita," pesannya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Menurutnya, kawasan BTP Blok AC dipilih karena mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya, tempat masyarakat dari berbagai latar belakang hidup berdampingan secara damai.

Ia juga mengungkapkan bahwa posisi Kota Makassar dalam Indeks Kota Toleran terus mengalami peningkatan hingga kini masuk dalam sembilan besar nasional. Pemerintah Kota Makassar pun berkomitmen mendukung penuh pembangunan kawasan tersebut, termasuk melalui peningkatan infrastruktur di sekitarnya.

Gerbang Moderasi Indonesia merupakan inisiatif Kabar Grup Indonesia bersama Masyarakat Pro-Moderasi Indonesia. Kawasan ini dirancang menjadi pusat penguatan moderasi beragama di Indonesia Timur dengan menghadirkan museum, pusat literasi digital, hingga ruang dialog lintas iman yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

CEO sekaligus Founder Gerbang Moderasi, Upi Asmaradhana, mengatakan kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya toleransi, dialog, dan perdamaian. Peletakan batu pertama turut dihadiri jajaran Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Rektor UIN Alauddin Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.

Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar diharapkan menjadi simbol bahwa nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....