DPP ICATT, MUI, FKUB, dan Organisasi Lintas Agama Gelar Kampanye Anti Intoleran
- 21 Jul 2026 10:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan, dan delapan organisasi lintas agama menggelar Kampanye Publik Anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Kota Makassar. Kegiatan tersebut mengusung tema "Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme".
Kampanye ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa yang harus terus dirawat. Kolaborasi sebelas organisasi lintas agama dan lembaga kerukunan tersebut juga mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan ketahanan nasional.
Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Nadjamuddin Abduh Shafa, mengatakan seluruh agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati. Menurutnya, semangat tersebut harus terus diperkuat agar masyarakat mampu menangkal berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Ia menilai kerja sama lintas agama menjadi langkah strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Selain itu, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
"Ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kebersamaan, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Apa pun latar belakang agama kita, seluruh agama mengajarkan umatnya hidup berdampingan dalam kedamaian. Karena itu, mari terus menjaga persatuan dan bersama-sama mewujudkan Sulawesi Selatan yang damai, rukun, dan harmonis," kata Nadjamuddin Abduh Shafa dalam keterangannya, Senin 20 Juli 2026.
Ketua FKUB Sulawesi Selatan, Prof. Muammar Bakry, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun seluruh organisasi lintas agama dalam kampanye tersebut. Menurutnya, kebersamaan itu menjadi bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Muammar Bakry menambahkan, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Makassar merupakan rumah bagi perdamaian dan harmoni. Ia berharap semangat kebersamaan itu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia bahkan bagi masyarakat dunia.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Makassar adalah rumah bagi perdamaian dan harmoni. Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia bahkan bagi masyarakat dunia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ICATT, H. Mallingkai Ilyas, menegaskan kampanye publik tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan nasional melalui penguatan moderasi beragama dan kolaborasi lintas agama. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
"Kolaborasi ini mempertemukan umat beragama dalam satu gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dewasa ini, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.," jelasnya.
Mallingkai Ilyas juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa tidak hanya muncul dalam bentuk aksi kekerasan, tetapi juga melalui penyebaran ujaran kebencian, provokasi, hoaks, dan narasi intoleransi di ruang digital. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat literasi digital, toleransi, dan semangat persaudaraan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....