Unhas Pilih Monopoli untuk Edukasi Perubahan Iklim di Selayar
- 05 Jul 2026 19:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas menghadirkan cara berbeda dalam mengenalkan adaptasi perubahan iklim kepada pelajar. Melalui permainan monopoli edukatif, siswa SMA di Kabupaten Kepulauan Selayar diajak memahami risiko bencana dan pentingnya kesiapsiagaan sejak usia sekolah, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ketua Tim Pengabdian FMIPA Unhas, Dr. Saaduddin, mengatakan perubahan iklim kini tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. "Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang meningkatkan risiko bencana, terutama bagi wilayah pesisir seperti Kabupaten Kepulauan Selayar," ujarnya dalam keterangan tertulis di Makassar, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut Saaduddin, wilayah kepulauan memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Abrasi pantai, banjir pesisir, intrusi air laut, hingga menurunnya produktivitas sektor perikanan, pertanian, dan usaha masyarakat menjadi tantangan yang harus dipahami sejak dini oleh generasi muda.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim Unhas merancang metode pembelajaran berbasis permainan agar materi mitigasi bencana lebih mudah diterima peserta. Pendekatan partisipatif dipilih sehingga siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak berdiskusi, menganalisis persoalan, dan menentukan langkah yang tepat dalam menghadapi berbagai skenario bencana.
Saaduddin menjelaskan permainan monopoli edukatif menjadi media untuk memperkenalkan hubungan antara perubahan iklim dengan berbagai risiko yang dihadapi masyarakat pesisir. "Melalui permainan tersebut, peserta diajak mengenali ancaman, kerentanan, kapasitas, hingga langkah-langkah adaptasi yang dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama," katanya.
Selain memperkuat pemahaman mengenai adaptasi perubahan iklim, kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta. Tim Unhas berharap siswa semakin memahami bahwa pengurangan risiko bencana hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.
Program pengabdian tersebut melibatkan dosen FMIPA Unhas, yakni Illuminata Wynnie dari Program Studi Ilmu Aktuaria dan Muh Faried Wajedi dari Departemen Geofisika. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) PK-UH 2026 yang didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin.
Salah seorang peserta, Angga Al Faqih dari SMAN 1 Selayar, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui metode pembelajaran yang interaktif tersebut. "Materi yang disampaikan menarik dan dikemas dalam bentuk permainan sehingga lebih mudah dipahami serta meningkatkan kesadaran saya akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Unhas berharap literasi kebencanaan di kalangan pelajar terus meningkat seiring semakin besarnya tantangan perubahan iklim. Edukasi berbasis permainan dinilai menjadi salah satu pendekatan inovatif yang mampu menumbuhkan kesadaran, memperkuat kemampuan mengambil keputusan, sekaligus membangun budaya tangguh bencana di tengah masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....