Penurunan Stunting di Luwu Dikebut, Keluarga Jadi Garda Terdepan
- 05 Jul 2026 19:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat langkah dalam mempercepat Penurunan Stunting melalui berbagai program terpadu. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu 4 Juli 2026.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fadriati Asmaun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr. Evi Mustikawati, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa Penurunan Stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya lebih optimal.
Dalam arahannya, Fatmawati Rusdi mengungkapkan bahwa Kecamatan Bua masih menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian serius dalam penanganan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 192 anak yang terdata terdapat 144 anak yang mengalami berbagai gangguan pertumbuhan, termasuk wasting dan tinggi badan yang belum sesuai dengan usianya.
Meski demikian, Fatmawati menegaskan bahwa tidak semua anak yang bertubuh pendek dapat dikategorikan mengalami stunting. "Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang yang disertai infeksi berulang, sehingga penanganannya harus dilakukan secara tepat sejak dini," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi seimbang yang diperparah oleh kebiasaan mengonsumsi makanan instan serta tingginya risiko infeksi pada anak. "Anak yang sering mengalami infeksi, termasuk flu berulang, ditambah pola makan yang kurang bergizi dan terlalu banyak mengonsumsi makanan instan, berisiko mengalami stunting. Karena itu, pemenuhan gizi yang seimbang harus dimulai dari keluarga," kata Fatmawati.
Selain pemenuhan gizi, Fatmawati juga mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperoleh informasi yang benar mengenai pola asuh dan tumbuh kembang anak. Menurutnya, edukasi yang mudah diakses akan membantu keluarga mengambil keputusan yang tepat dalam mendukung Penurunan Stunting di lingkungan masing-masing.
Fatmawati menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi yang tumbuh sehat sejak usia dini. "Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka anak-anak kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. Mari kita bersama-sama memerangi stunting dengan memperhatikan asupan gizi dan rutin memantau pertumbuhan anak, termasuk dalam tiga bulan ke depan," pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap upaya Penurunan Stunting di daerahnya. "Kami berharap dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan semakin memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sehingga angka stunting di Kabupaten Luwu terus menurun dan lahir generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....