BPBD Makassar Luncurkan SOP SIGAP PESISIR, Target Respons Bencana Hanya 15 Menit

  • 03 Jul 2026 07:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meluncurkan Standar Operasional Prosedur (SOP) SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir) sebagai upaya mempercepat penanganan kedaruratan di kawasan pesisir. Sosialisasi SOP tersebut dilaksanakan di Hotel Primer Karebosi, Makassar, Kamis 2 Juli 2026 dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Inovasi yang digagas Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, itu menjadi bagian dari proyek perubahan yang berorientasi pada reformasi sistem respons kebencanaan. Fokus utamanya adalah membangun jejaring kesiapsiagaan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam penanganan awal sebelum bantuan pemerintah tiba.

Menurut Fadli, pengalaman penanganan berbagai kejadian di wilayah pesisir menunjukkan bahwa faktor waktu menjadi penentu keberhasilan penyelamatan korban. Selama ini, respons penanganan di beberapa lokasi dapat memerlukan waktu hingga sekitar 90 menit karena dipengaruhi akses, penyampaian informasi, dan koordinasi antarunsur.

“SIGAP PESISIR dibangun untuk memutus hambatan tersebut. Masyarakat menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar penerima layanan. Dengan SOP yang jelas dan pola koordinasi yang terintegrasi, kami menargetkan waktu respons dapat dipercepat hingga sekitar 15 menit,” ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.

Melalui SOP tersebut, BPBD Makassar menetapkan mekanisme baku mulai dari deteksi dini, pelaporan kejadian, penyebaran informasi, aktivasi relawan dan aparat kewilayahan, hingga koordinasi dengan tim respons BPBD. Seluruh tahapan dirancang agar dapat berjalan secara cepat, seragam, dan terukur ketika terjadi kondisi darurat.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi langkah awal implementasi SIGAP PESISIR di wilayah-wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki tingkat kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti cuaca ekstrem, gelombang pasang, banjir rob, maupun insiden kedaruratan di perairan.

BPBD Makassar meyakini keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kapasitas masyarakat sebagai pihak pertama yang berada di lokasi kejadian. Karena itu, penguatan peran warga melalui SOP SIGAP PESISIR diharapkan mampu menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, adaptif, dan berkelanjutan.

Melalui proyek perubahan ini, BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola penanggulangan bencana yang modern, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. SIGAP PESISIR diharapkan menjadi model inovasi daerah dalam memperkuat ketangguhan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan di Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....