Pesparawi Nasional XIV Jadi Panggung Persaudaraan, Gubernur Sulsel Titip Pesan
- 22 Jun 2026 10:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Manokwari- Semangat kekeluargaan dan harmoni keberagaman mewarnai pertemuan Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Provinsi Sulawesi Selatan dengan warga diaspora Sulsel di Papua Barat, Minggu 21 Juni 2026. Sekitar 400 warga Sulawesi Selatan memadati Aula Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Provinsi Papua Barat dalam acara ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh nuansa persaudaraan.
Kegiatan yang mempertemukan para peserta Pesparawi dengan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Ikatan Perempuan Toraja (IPT), hingga Kerukunan Keluarga Maros di Papua Barat itu menjadi ruang pelepas rindu sekaligus memperkuat ikatan sesama perantau dan masyarakat Sulsel yang datang dari kampung halaman. Di tengah suasana penuh keakraban tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menitipkan pesan khusus kepada seluruh kontingen melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP.
Menurutnya, Pesparawi Nasional XIV bukan semata ajang perlombaan vokal, melainkan wadah memperkuat iman, membangun persekutuan, serta merawat semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. “Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Sulsel berpesan agar seluruh kontingen menjunjung tinggi sportivitas, etika, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tampilkan kemampuan terbaik agar Sulawesi Selatan kembali membawa pulang prestasi yang membanggakan,” ujar Dr. Since Erna Lamba yang juga menjabat Sekretaris LPPD Sulsel.
Pesan tersebut mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulsel, mulai dari Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo hingga Luwu Timur. Ketua IKT Papua Barat, Ir. Kornelius Mangalik, ST, mengaku bahagia dapat menyambut langsung saudara-saudara dari tanah leluhur. Baginya, kehadiran kontingen Pesparawi Sulsel menjadi momen berharga bagi warga Toraja di perantauan untuk melepas kerinduan terhadap kampung halaman.
“Kami merasa sangat bersukacita bisa bertemu saudara-saudara yang datang dari Sulawesi Selatan. Ini menjadi kesempatan untuk berbagi cerita tentang tanah leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan yang selama ini terjaga di tanah rantau,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris BPSDM Papua Barat, Dr. Edison Ompe, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya karena instansinya dipercaya menjadi orang tua angkat bagi kontingen Sulsel selama berada di Manokwari. Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan sekadar tanggung jawab pelayanan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan menggaungkan nilai toleransi yang telah lama tumbuh di Bumi Cenderawasih.
Gelora kebersamaan semakin terasa ketika Wakil Ketua KKSS Papua Barat, H. Abdul Fatah, mengajak seluruh hadirin meneriakkan yel-yel “Sulawesi Selatan… Ewako!” yang langsung menggema memenuhi ruangan.
Pria yang telah menetap selama 56 tahun di Papua Barat itu turut memperkenalkan filosofi masyarakat Papua “Satu Tungku Tiga Batu”, yang menggambarkan kuatnya toleransi dan kehidupan berdampingan antarumat beragama.
Ia juga mengangkat filosofi “Rumah Kaki Seribu”, simbol kehidupan masyarakat yang saling menopang tanpa sekat perbedaan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang menjadikan Papua Barat dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi.
“Kalau sudah kembali ke Sulawesi Selatan, sampaikan kepada keluarga di kampung bahwa Papua Barat adalah daerah yang aman, nyaman, dan masyarakatnya sangat ramah,” pesannya.
Selain diisi sambutan dan tukar cenderamata, acara ramah tamah tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan para duta suara Sulsel yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV. Berbagai kategori tampil memukau, mulai dari paduan suara anak, vokal grup, solo anak, solo remaja-pemuda, paduan suara pria, paduan suara dewasa campuran hingga musik gerejawi nusantara.
Penampilan para talenta terbaik dari Makassar, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo dan Luwu Timur itu menjadi pemanasan sebelum bertanding di panggung nasional.
Lebih dari sekadar kompetisi, pertemuan di Manokwari tersebut menjadi gambaran bagaimana Pesparawi Nasional XIV hadir sebagai ruang memperkuat iman sekaligus merawat persaudaraan dan keberagaman bangsa. Di Kota Injil itu, semangat “Ewako” dari Sulawesi Selatan berpadu dengan filosofi toleransi masyarakat Papua, menghadirkan harmoni yang menjadi kekuatan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....