Tahun Baru Hijriyah Momentum Hijrah menuju Pribadi yang Lebih Baik
- 16 Jun 2026 12:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah menjadi pembahasan utama dalam Program Pengarusutamaan Gender PRO1 RRI Makassar edisi Senin, 15 Juni 2026. Dialog yang dipandu Arfan Yusri menghadirkan narasumber Dra. Hj. Maria Kusmawati, Ketua Forum Kajian Cinta Al-Qur'an Sulawesi Selatan, yang hadir secara daring.
Dalam kesempatan itu, Maria menekankan pentingnya memaknai Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum perubahan diri, khususnya bagi perempuan muslimah.”Peristiwa hijrah yang menjadi dasar penanggalan Islam bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dalam berbagai aspek. Perempuan muslimah memiliki peran strategis dalam menghadirkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Di Momen Tahun Baru Hijriyah hendaknya menjadi waktu untuk melakukan evaluasi diri dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas iman, akhlak, serta kontribusi positif bagi sesama,” ujarnya.
Dalam dialog Maria juga menuturkan bahwa perempuan memiliki posisi penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, semangat hijrah perlu diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan agama, keteladanan dalam perilaku sehari-hari, serta kemampuan mendidik generasi yang berakhlak mulia. “Perempuan yang punya peran ganda,jadi ketika seorang ibu terus belajar dan memperbaiki dirinya, maka nilai-nilai kebaikan itu akan diwariskan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kehidupan modern menuntut perempuan muslimah untuk mampu menyeimbangkan berbagai peran tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. “Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi harus disikapi dengan bijak agar tidak menjauhkan umat dari ajaran Al-Qur'an. Hijrah pada masa sekarang dapat dimaknai sebagai upaya meninggalkan kebiasaan yang kurang bermanfaat menuju aktivitas yang lebih produktif, bernilai ibadah, dan membawa kemaslahatan,” jelas Maria.
Selain aspek spiritual, Maria menilai Tahun Baru Hijriyah juga dapat menjadi momentum bagi perempuan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak kaum muslimah untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga sebagai bentuk implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Perempuan yang berdaya dan berakhlak baik akan menjadi penggerak lahirnya keluarga yang harmonis dan masyarakat yang lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam dialog ini beliau juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial, dapat disikapi dengan lebih bijaksana apabila berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci. “Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk kemudian dipahami dan diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar Al Quran ini menjadi cahaya dalam setiap langkah kehidupan kita di dunia ini,” tuturnya.
Menutup perbincangan, Maria Kusmawati mengajak seluruh perempuan muslimah menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai awal untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, meningkatkan kualitas diri, serta memperluas manfaat bagi orang lain. “Mari kita jadikan momentum hijrah ini untuk menjadi muslimah yang lebih berilmu, lebih peduli, dan lebih berakhlak mulia. Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....