Sulsel Optimistis Capai Target Produksi Beras 3,5 Juta Ton
- 09 Jun 2026 11:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Sulawesi Selatan menargetkan produksi beras sebesar 3,5 juta ton setara beras hingga akhir 2026, sesuai mandat dari Kementerian Pertanian. Dinas TPHBUN Sulsel menyatakan optimistis target itu dapat dicapai bahkan dilampaui.
Hingga pertengahan 2026, produksi beras Sulsel telah mencapai sekitar 1,8 juta ton setara beras berdasarkan data BPS. Dengan tren pertumbuhan pertanaman yang mencapai lebih dari 10 persen, proyeksi akhir tahun diprediksi berada di kisaran 3,2 hingga 3,5 juta ton atau lebih.
"Kami perkirakan insyaallah sampai dengan akhir 2026 ini mungkin kita harapkan di atas 3,2 hingga 3,3, ya mudah-mudahan bisa sampai 3,5 juta ton karena pertanaman kita sepertinya ada pertumbuhan di atas 10 persen," ujar Muh. Syaripuddin, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHBUN Sulawesi Selatan, dalam dialog Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Senin 8 Juni 2026.
Salah satu faktor pendorong optimisme ini adalah program cetak sawah baru. Pemerintah pusat menargetkan pembukaan sekitar 8.000 hektare lahan sawah baru di Sulsel, dan hingga saat ini sudah terealisasi lebih dari 3.000 hektare.
Kabupaten-kabupaten di kawasan Luwu Raya menjadi lokasi dengan potensi cetak sawah terluas, meliputi Luwu Utara, Luwu Timur, dan Luwu. Selain itu, Wajo, Sidrap, dan Kabupaten Gowa turut masuk dalam daftar daerah pengembangan.
Perluasan areal sawah ini secara langsung menambah luas tanam dan luas panen, yang pada akhirnya mendorong peningkatan produksi padi Sulsel secara keseluruhan. Program optimalisasi lahan rawa yang sebelumnya tidak dapat ditanami juga turut berkontribusi.
"Dengan penambahan luas areal sawah ini berarti menambah luas areal tanam dan sekaligus menambah luas areal panen yang pada akhirnya akan menambah produksi padi atau beras kita di Sulawesi Selatan," kata Muh Syaripuddin.
Kondisi cuaca yang masih kondusif turut menjadi faktor penunjang. Meski BMKG memprediksi potensi El Niño, curah hujan di pesisir barat Sulsel masih terpantau cukup untuk mendukung aktivitas pertanaman.
Selain padi, pemerintah juga menargetkan swasembada jagung mengingat komoditas ini berpengaruh langsung terhadap sektor peternakan ayam. Komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit juga mendapat perhatian karena potensinya memicu inflasi.
Untuk sektor perkebunan, komoditas yang menjadi prioritas pengembangan meliputi kakao, kopi, kelapa, dan cengkih. Seluruh komoditas ini diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu menjadi komoditas ekspor penghasil devisa.
"Kami di dinas masih optimis akan target-target dan mudah-mudahan kalau Tuhan merestui, mungkin kita bahkan bisa melewati target tersebut," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....