Perempuan Pesisir Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Ekonomi Keluarga

  • 06 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir seperti pesisir Kota Makassar. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada urusan domestik, tetapi juga mencakup aktivitas sosial, pendidikan, hingga ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.

Founder Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC) Makassar, Nur Hidayah, mengatakan perempuan saat ini menjalankan berbagai identitas dan tanggung jawab secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadikan perempuan sebagai aktor penting dalam berbagai aspek pembangunan masyarakat.

Menurutnya, seorang perempuan dapat berperan sebagai ibu dalam keluarga, pendidik, pekerja profesional, hingga penggerak kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Beragam peran tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menjembatani berbagai kebutuhan keluarga dan masyarakat.

“Perempuan itu multiidentitas karena sebagai ibu, bekerja, berkomunikasi dengan masyarakat, menjadi dosen, bahkan ada yang aktif sebagai ibu RT maupun pengurus Dharma Wanita. Di situlah kita bergerak karena kita tidak bisa bergerak sendiri,” ujar Nur Hidayah, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan ketahanan keluarga tidak hanya ditopang oleh pekerjaan domestik yang selama ini sering dilekatkan kepada perempuan. Lebih dari itu, perempuan juga berkontribusi dalam menghasilkan pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Peran tersebut terlihat nyata pada kehidupan perempuan pesisir di Makassar yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi. Mereka tidak hanya mendukung aktivitas perikanan, tetapi juga terlibat langsung dalam rantai produksi dan pemasaran hasil laut.

“Yang menarik, yang menjaga keluarga tetap bisa hidup adalah perempuan. Bukan hanya karena dia memasak dan mengurus rumah tangga, tetapi juga karena dia mencari nafkah. Perempuan di pesisir Makassar menjadi agen perubahan; ada yang menangkap ikan, mengolah hasil tangkapan, hingga menjualnya,” kata Nur Hidayah.

Kemampuan perempuan dalam mengelola hasil perikanan dinilai memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi keluarga. Hasil tangkapan yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar kini dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Berbagai produk olahan seperti abon ikan, kerupuk ikan, hingga makanan olahan lainnya menjadi contoh inovasi yang dikembangkan perempuan pesisir. Melalui kreativitas dan kemampuan beradaptasi tersebut, perempuan tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....