FKUB Kota Makassar Dorong Moderasi Beragama melalui Dialog Kerukunan 2026

  • 04 Jun 2026 10:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar menggelar Dialog Kerukunan Tahun 2026 yang dirangkaikan langsung dengan Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Sultan Alauddin, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan strategis ini dengan tema Beragama Maslahat dan Berkebudayaan Maju untuk Makasar Mulia dihadiri oleh berbagai elemen penting guna memperkuat sinergi dan menjaga kondusifitas keberagaman di Kota Daeng.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, Forkopimda Kota Makassar, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar serta para pimpinan Ormas Keagamaan dan Majelis Agama se-Kota Makassar.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Ahmad AC. Dalam penyampaiannya, ia mengapresiasi komitmen para tokoh lintas agama yang menyempatkan hadir. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta atas kehadirannya, dan memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini," ujar Ahmad.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Makassar, Arifuddin Ahmad, menjelaskan agenda hari ini tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, melainkan langsung ditindaklanjuti secara taktis. Dialog kerukunan akan langsung diteruskan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengeksekusi hasil-hasil rekomendasi dialog. "Sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan seluruh entitas masyarakat harus terus terjalin erat demi mewujudkan falsafah Makassar Sikattutui (saling menjaga/melindungi),"kata Arifuddin.

Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kota Makassar H. Moh. Syarief hadir sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutan tertulisnya, Wali Kota memaparkan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap para pengabdi keagamaan.

Pemerintah Kota Makassar telah memberikan insentif secara rutin selama 2 tahun berturut-turut kepada para pekerja agama. Jaminan Hari Tua: Pemkot Makassar telah menyiapkan program jaminan hari tua bagi para pekerja keagamaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. "Kami berharap FKUB Kota Makassar dapat terus menjadi lokomotif utama dalam menjaga dan mengawal kerukunan di tengah masyarakat kota kita," ungkap Kabag Kesra membacakan sambutan Wali Kota.

Sedangkan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dalam arahannya menekankan betapa krusialnya implementasi moderasi beragama di era sekarang. Ia mengajak seluruh pihak untuk bahu-mambahu membangun Kota Makassar. "Moderasi beragama sangat penting dalam kehidupan kita. Mari kita bangun Kota Makassar secara bersama-sama. Aksi nyata kita di tengah masyarakat sangat diharapkan untuk membangun nilai-nilai kerukunan dan keberagaman," tegas Ali Yafid.

Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada FKUB Kota Makassar yang dinilai selalu responsif dan hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat dalam merawat kebhinekaan. Melalui dialog dan rakor ini, FKUB Kota Makassar optimis dapat menghasilkan rumusan program kerja yang aplikatif demi menjaga kedamaian dan harmoni warga Makassar sepanjang tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....