Prof Aminuddin : Nilai Siri’ Sejalan dengan Semangat Pancasila Indonesia
- 01 Jun 2026 10:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dinilai memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat, salah satunya adalah konsep Siri’ di Sulawesi Selatan. Kehadiran Pancasila berfungsi sebagai pegangan hidup yang memastikan terciptanya kedamaian dan keharmonisan antarwarga negara, sehingga cita-cita menuju negeri yang adil dan makmur dapat tercapai melalui tatanan yang stabil.
Dalam Chanel Youtubenya, Ketua Dewan Pakar Majelis Pemangku Adat Nusantara sekaligus Budayawan Sulawesi Selatan, Prof. Aminuddin Salle, menjelaskan bahwa sejarah Sulawesi Selatan pernah melewati fase kelam yang disebut Sianre Bale (bahasa Bugis) atau Sikandre Juku (bahasa Makassar). Pada masa itu, manusia bertindak layaknya binatang terhadap sesamanya, di mana yang kuat menindas yang lemah dan yang kaya menguras yang miskin tanpa adanya tatanan hukum yang jelas.
Menurut Prof. Aminuddin, kondisi kacau balau tersebut mirip dengan situasi di Eropa masa lampau maupun masa penjajahan di Indonesia. Ketidakaturan ini muncul karena hilangnya pegangan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam narasi mitologi lokal, kekacauan ini baru berakhir ketika Tuhan menurunkan utusan ke bumi dengan membawa bekal khusus yang seketika mengubah keadaan menjadi damai, rukun, dan harmonis.
Bekal yang dimaksud dalam nilai filosofis masyarakat Bugis-Makassar tersebut adalah Siri’. Prof. Aminuddin menekankan bahwa Siri’ bukan sekadar rasa malu, melainkan hukum tertinggi dan martabat yang menjadi pengatur perilaku manusia. Tanpa adanya Siri’, manusia kehilangan kontrol sosial dan moralnya, yang mengakibatkan terjadinya penindasan dan eksploitasi terhadap sesama sebagaimana yang terjadi di era kolonialisme.

"Suatu negeri dikatakan adil makmur apabila bangsa itu damai karena mempunyai pegangan hidup. Keadaan ini saya perlu jelaskan ialah karena di bumi Sulawesi ini pernah suatu kejadian bahwa negeri ini tadinya kacau balau, di mana manusia itu berlaku seperti binatang terhadap yang lainnya. Siri’ itu adalah hukum yang tertinggi di kalangan Bugis-Makassar, dan itulah yang menjadi pegangan agar manusia hidup harmonis." Ungkap Aminuddin Salle.
Lebih lanjut, ia menganalogikan bahwa kehadiran Pancasila bagi bangsa Indonesia serupa dengan fungsi Siri’ dalam menata kembali kekacauan akibat penjajahan. Pancasila hadir sebagai pemersatu di tengah eksploitasi lahir batin yang dialami rakyat Indonesia saat masa penjajahan Belanda, Jepang, maupun Inggris.
"Keadaan kacau balau yang terjadi di bumi Sulawesi kemudian di Eropa sebetulnya kalau dapat kita analogikan sama dengan keadaan pada waktu penjajahan. Penjajah itu mencoba mengacaukan segala kehidupan dan menguras hasil alam kita. Pancasila hadir sebagai pegangan hidup, yang dipegang oleh masyarakat sehingga mereka bisa hidup harmonis antara satu dengan lainnya." Tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....