Kebutuhan Menu MBG Ikut Pengaruhi Harga Bahan Pangan di Pasaran
- 31 Mei 2026 21:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Nirman Niswan Mungkasa menyebut meningkatnya jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi permintaan sejumlah komoditas pangan di pasaran, seperti daging ayam. Ia menjelaskan, kebutuhan bahan baku dari dapur-dapur MBG yang terus bertambah menyebabkan permintaan terhadap komoditas tertentu mengalami peningkatan. Kondisi tersebut sempat memicu gejolak harga di pasar dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang membuat harga kemarin juga naik karena adanya peningkatan dapur MBG. Kebutuhan mereka meningkat sehingga permintaan ayam dan beberapa komoditas lainnya ikut bertambah, sehingga harga di pasaran ikut terdorong naik,” ujar Nirman, Sabtu, 30 Mei 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan agar kenaikan harga tidak berlangsung lama. Koordinasi dengan distributor, Bulog, pemasok, hingga pelaku usaha terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang tetap mencukupi kebutuhan masyarakat maupun program MBG. “Kami berusaha supaya suplai barang tidak terganggu. Pasokan harus tetap terjaga agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga bisa kembali stabil,” lanjutnya.
Sebelumnya, sejumlah bahan pangan jelang Iduladha 2026 mengalami kenaikan seperti daging ayam dan cabai. Diperkirakan selain karena kebutuhan masyarakat yang tinggi jelang Iduladha, banyaknya dapur-dapur MBG juga berkontribusi meningkatkan harga pangan di pasaran.
Adapun saat ini, Kota Makassar telah memiliki 104 unit SPPG yang menjangkau berbagai kelompok sasaran, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil dan balita. Hal ini membuat MBG tampil sebagai salah satu program paling komprehensif di daerah.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menilai Program MBG bukan sekadar program prioritas Presiden RI tetap sebagai program sosial. Di lapangan, efeknya justru merambah ke sektor ekonomi. Dapur-dapur MBG yang tersebar kini menjadi “pembeli tetap” bagi pasar tradisional.
Kebutuhan bahan pangan harian menciptakan siklus ekonomi baru yang langsung dirasakan pedagang lokal. “Perputaran ekonomi terjadi di bawah. Pasar hidup, masyarakat ikut bergerak,” pungkas Appi sapaan akrabnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....