Pesan Iduladha dari Kakanwil Kemenag Sulsel: Alam juga Harus Dijaga

  • 28 Mei 2026 14:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan tahun ini membawa pesan yang berbeda dan lebih luas dari sekadar ibadah kurban. Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan menggaungkan pentingnya merawat alam dan kemanusiaan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Iduladha dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, H Ali Yafid, mengatakan Iduladha bukan hanya dimaknai sebagai prosesi penyembelihan hewan kurban semata. Menurutnya, Iduladha juga menjadi pengingat tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan hidup.

“Spirit kurban pada tahun ini adalah meneguhkan spirit pengorbanan dengan merawat alam dan kemanusiaan,” ujar Ali Yafid, Kamis 28 Mei 2026.

Ali Yafid menjelaskan bahwa semangat Iduladha sejalan dengan berbagai program prioritas Kementerian Agama yang saat ini terus diperkuat di Sulawesi Selatan. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni pengembangan ekoteologi dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan kerja Kementerian Agama.

Menurutnya, konsep ekoteologi sangat relevan dengan pesan Iduladha karena menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Ia menilai kesadaran menjaga lingkungan perlu menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat di tengah tantangan perubahan lingkungan saat ini.

“Menjaga dan merawat alam, menjaga lingkungan, adalah sesuatu yang sangat penting. Sama pentingnya dengan menjaga jiwa,” kata Ali Yafid.

Dalam keterangannya, Ali Yafid juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk aktif menanamkan kesadaran menjaga lingkungan di setiap satuan kerja. Ia berharap semangat tersebut tidak hanya menjadi slogan saat Iduladha, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ali Yafid, persoalan lingkungan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan hidup manusia di masa depan. Karena itu, kepedulian terhadap alam harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Ia juga mengutip pandangan Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, terkait perluasan konsep maqashid syariah. Dalam pandangan tersebut, menjaga lingkungan dinilai layak menjadi bagian penting dalam prinsip dasar kehidupan umat manusia.

“Menurut Andegurutta Prof Dr KH Nasaruddin Umar, maqashid syariah yang selama ini lima dapat ditambah menjadi enam, yaitu menjaga lingkungan. Karena hal ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup umat manusia di masa yang akan datang,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....