Tim PKM Unismuh Lolos Pendanaan, dari Teknologi Bahasa Isyarat hingga Metavers
- 26 Mei 2026 09:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Muhammadiyah atau Unismuh Makassar kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional setelah tujuh tim mahasiswa berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa iklim akademik dan kreativitas mahasiswa di Unismuh terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada ajang PKM 2026, Unismuh Makassar berhasil meloloskan enam proposal pada skema pendanaan serta satu proposal pada skema insentif. Keberhasilan tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Unismuh sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang aktif mendorong inovasi mahasiswa di kawasan Indonesia Timur.
Ketua Divisi Pengembangan Kreativitas dan Prestasi Mahasiswa LPKA Unismuh Makassar, Dr Dian Pramana Putra, mengatakan capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi kampus. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya terlihat pada program yang memperoleh pendanaan, tetapi juga pada lahirnya gagasan futuristik yang berhasil menembus skema insentif nasional. “Capaian ini menggembirakan karena mahasiswa Unismuh tidak hanya hadir pada skema pendanaan, tetapi juga pada skema insentif. Artinya, gagasan mahasiswa berkembang dalam dua ruang sekaligus, yakni pelaksanaan program berbasis proposal dan penguatan gagasan futuristik,” ujar Dian, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 26 Mei 2026.
Beragam inovasi yang diusung mahasiswa Unismuh Makassar juga dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satunya datang dari Satriani S melalui produk Ezzensa-Soap yang memanfaatkan ekstrak serai dan ampas kopi menjadi sabun aromaterapi relaksatif anti-stres dalam skema PKM-K. Sementara itu, inovasi teknologi hadir melalui karya Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum yang mengembangkan aplikasi penerjemah bahasa isyarat dua arah berbasis perangkat bergerak. Teknologi tersebut dirancang membantu penyandang tunarungu berkomunikasi lebih mudah melalui pelacakan gerakan dan fitur teks ke suara.
Mahasiswa Unismuh lainnya juga menghadirkan inovasi di sektor pertanian dan lingkungan melalui pemanfaatan pompa energi surya untuk jaringan irigasi air tanah. Proposal yang digagas Respiani itu dinilai mampu mendukung ketahanan pangan kelompok tani sekaligus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan. Tidak hanya itu, inovasi lain datang dari Ramdhani Saputra melalui pengembangan metode peningkatan akurasi arah kiblat masjid dan makam menggunakan Tongkat Istiwa’aini berbasis iptek. Program tersebut disebut mendukung implementasi Sustainable Development Goals atau SDGs 2030 di masyarakat pedesaan.
Pada bidang riset, mahasiswa Unismuh Makassar juga menghadirkan gagasan terkait material ramah lingkungan dan inovasi kesehatan. Muhammad Risman meneliti bio-binder berbasis limbah cangkang sawit untuk mortar prefabrikasi, sedangkan Ainun Masyurah mengembangkan suspensi mikropartikel ekstrak eceng gondok untuk terapi diare akibat bakteri Shigella sp. Satu proposal pada skema insentif berhasil diraih Safuan Bin Bihan lewat gagasan Metaterapi.
Program tersebut menghadirkan konsep metaverse sebagai ruang imersif untuk terapi mandiri anak berkebutuhan khusus yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan kesehatan digital di masa depan. Ketua LPKA Unismuh Makassar, Dr Nenny, memastikan seluruh tim akan mendapatkan pendampingan secara maksimal sesuai karakter masing-masing skema. Ia menegaskan bahwa proses pembinaan akan dilakukan mulai dari pelaksanaan program hingga persiapan penilaian kemajuan agar seluruh tim mampu menghasilkan luaran terbaik.
“LPKA akan memastikan seluruh tim mendapatkan pendampingan yang memadai. Bagi tim pendanaan, fokusnya adalah pelaksanaan program dan luaran. Bagi tim insentif, kami tetap memberi perhatian agar capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan gagasan dan prestasi berikutnya,” kata Nenny.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Mawardi Pewangi, turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pembimbing, fakultas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan PKM. Menurutnya, keberhasilan tujuh tim tersebut menjadi hasil kerja kolektif yang menunjukkan budaya akademik di lingkungan Unismuh semakin kuat. “Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim PKM Unismuh Makassar. Capaian tujuh tim ini adalah hasil kerja kolektif. Semoga menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk terus menulis proposal, meneliti, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mawardi.
Mawardi menambahkan bahwa PKM bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan ruang pembentukan karakter ilmiah dan kreativitas mahasiswa. Melalui capaian ini, Unismuh Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari teknologi, kesehatan, energi terbarukan, hingga pengembangan layanan digital berbasis metaverse.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....