Sidrap Kejar Target Satu Juta Ton Gabah
- 22 Mei 2026 14:08 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Rapat Koordinasi Cetak Sawah Rakyat dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Hotel Dalton Makassar, Kamis, 21 Mei 2026. Rapat koordinasi tersebut membahas percepatan program cetak sawah baru serta langkah mitigasi kekeringan guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
Dalam kegiatan itu, Syaharuddin hadir bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala dinas terkait untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program di Kabupaten Sidrap. Turut mendampingi di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, serta kepala OPD terkait sektor pertanian dan sumber daya air.
Di hadapan peserta rakor, Syaharuddin memaparkan capaian sektor pertanian Sidrap. Dari target awal 1.500 hektare, sekitar 700 hektare lahan sawah baru telah berhasil dicetak dan dipanen. “Produktivitas kita mencapai 7,2 ton per hektare setiap kali panen. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian Sidrap dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Syaharuddin.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan penambahan cetak sawah seluas 600 hektare guna mendukung target produksi gabah nasional. Meski demikian, Syaharuddin mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penyusunan Survey Investigation Design (SID), terutama terkait perbedaan data poligon, Lahan Baku Sawah (LBS), dan Luas Tambah Tanam (LTT).
Sebagai langkah percepatan, Pemkab Sidrap akan menggelar rapat koordinasi internal untuk memetakan kembali potensi wilayah dan menyiapkan sistem swakelola. “Kabupaten Sidrap memiliki sekitar 300 hingga 400 unit alat berat yang siap digunakan kapan saja. Dengan swakelola, kita lebih efektif dan efisien karena tidak perlu lagi menunggu mobilisasi alat berat dari luar Sulawesi Selatan,” katanya.
Selain fokus pada cetak sawah, Syaharuddin juga menyerahkan proposal dukungan infrastruktur air kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Usulan tersebut mencakup program modernisasi irigasi, jaringan perpipaan, long storage, embung hingga dam parit untuk mendukung keberlanjutan sawah baru pasca konstruksi.
Pihak BBWS disebut menyambut baik usulan tersebut dan membuka peluang dukungan anggaran tambahan untuk penyelesaian konstruksi pada tahun 2026 hingga 2027. Sementara itu, Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Rustan Massinai, menyebut proyek cetak sawah di Sulawesi Selatan kini berjalan melalui sistem tender dan e-katalog secara transparan.
“Nah, ini sudah berjalan, bahkan sudah ada yang kira-kira 20 persen sudah dikonstruksi di lokasi,” ungkap Rustan terkait progres pekerjaan cetak sawah di sejumlah wilayah Sulsel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....