Ponpes Al-Imam Ashim Jadi Kawasan Pendidikan Pengelolaan Sampah Terpadu
- 18 Mei 2026 12:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar ditetapkan sebagai Eco Pesantren pertama binaan Permabudhi Sulsel. Eco Pesantren adalah kawasan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran agama dengan praktik pelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari santri.
Penetapan pondok pesantren ini dirangkaikan dengan pencanangan mencanangkan program Eco Pesantren di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar, Minggu 17 Mei 2026.
Ketua Permabudhi Sulsel, Yonggris mengatakan program ini adalah sebuah gerakan kolaboratif lintas agama yang menggabungkan nilai spiritual, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan hidup. "Kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari nilai spiritual dan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Ia menyebut program ini menghadirkan konsep Eco-Dhamma yang menekankan harmoni antara manusia dan alam. Karena itu, Permabudhi Sulsel menggandeng pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan lingkungan berbasis karakter dan nilai keagamaan. “Eco Pesantren bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Yonggris.
Adapun program utama yang dijalankan di lingkungan pesantren yakni pengelolaan sampah terpadu melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, penghijauan kawasan pesantren dengan penanaman 100 pohon buah, tanaman pelindung dan tanaman bunga, edukasi lingkungan hidup kepada santri melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan yang dibawakan oleh Ketua Permabudhi Makassar Suzanna dan Bapak Mashud Azikin dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar serta pembuatan lubang teba untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Tak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung kemandirian pesantren melalui konsep urban farming dan pengolahan limbah bernilai ekonomis. "Kami berharap santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter ekologis dan mampu memanfaatkan lingkungan secara bijak,"harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Ponpes Tahfizul Qur’an Al-Imam Ashim Makassar, Jayadi Amir, mengaku siap mendukung penuh program tersebut. Ia berharap Eco Pesantren dapat menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi pengelolaan sampah serta penghijauan lingkungan bagi pesantren-pesantren lain di Kota Makassar. “Kami ingin pesantren ini menjadi tempat belajar bersama tentang bagaimana menjaga lingkungan dengan aksi nyata,"pungkas Jayadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....