Upaya Kolaboratif Pulihkan Ekosistem Mangrove di Sulawesi Selatan
- 12 Jul 2026 19:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Upaya penyelamatan ekosistem mangrove di Sulawesi Selatan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat pesisir. DLHK Sulawesi Selatan kini aktif merangkul berbagai mitra perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk mempercepat proses restorasi kawasan yang kritis.
Pengendali Ekosistem Hutan, DLHK Sulawesi Selatan, Julisman, dalam Program Green Radio pada Minggu, 12 Juli 2026, menyebut keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu alasan utama mengapa kolaborasi dengan sektor komersial menjadi sangat krusial. Perusahaan-perusahaan seperti PLN, Pertamina Patra Niaga, dan berbagai korporasi lainnya telah mulai berkoordinasi dengan DLHK untuk melakukan penanaman kembali di titik-titik yang membutuhkan perhatian mendesak.
“Masyarakat menjadi faktor paling penting karena mereka yang hari-hari ada di sana, mereka yang hari-hari berinteraksi. Mereka yang merasakan manfaat dan risiko langsung, jadi disinilah peran pentingnya mereka,” jelas Julisman.
Julisman menyebut pemerintah juga mulai mempertimbangkan nilai ekonomi karbon sebagai insentif untuk mempertahankan kawasan mangrove dari eksploitasi. Menurut hasil kajian, nilai manfaat ekonomi dari karbon yang tersimpan dalam ekosistem mangrove jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan untuk sektor lainnya.
Selain aspek ekonomi, aspek penegakan hukum tetap menjadi instrumen utama dalam melindungi kawasan mangrove yang berada di luar kawasan hutan. DLHK memastikan bahwa aturan terkait penggunaan lahan pesisir ditegakkan dengan tegas demi mencegah degradasi lebih lanjut akibat aktivitas ekonomi yang tidak lestari.
Edukasi berkelanjutan terus dilakukan kepada masyarakat mengenai risiko jangka panjang jika mangrove terus dibiarkan punah. Pemahaman ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap kawasan pesisir agar mereka menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pemeliharaan mangrove.
“Kampanye penyadaran bahwa mangrove kita ini vital, mangrove kita ini modal utama bukan cuma ekonomi tapi menyangkut kelangsungan hidup daripada saudara-saudara kita. Karena hidupnya nelayan ini, hidupnya sektor perikanan ini akan menyangga aspek-aspek lain,” tutup Julisman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....