Piggy Trip, Solusi Digitalisasi Informasi Wisata Sulawesi Selatan

  • 14 Mei 2026 16:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peluang pariwisata di Provinsi Sulawesi Selatan untuk merambah dunia digital saat ini bukan lagi sekadar tren di media sosial, namun sudah mengarah penggunaan platform terintegrasi. Hal ini disampaikan Praktisi pariwisata, Dr. Dirk Sandarupa saat hadir menjadi narasumber di Pro 1 RRI Makassar Kamis, 14 Mei 2026. Ia menekankan bahwa, pariwisata digital harus bersifat inovasi dan pengembangan yang lebih mendalam dan tidak hanya sekedar konten biasa.

"Turisme bukan lagi tentang media sosial tetapi tentang platform, bagaimana kita menggunakan teknologi untuk mengembangkan tempat wisata yang mungkin belum terlihat sama sekali," ujarnya dalam obrolan di Pro 1 RRI Makassar.

Dr. Dirk menilai kehadiran platform lokal seperti Piggy Trip menjadi angin segar bagi dunia akademik dan praktisi untuk berkolaborasi menaikkan level destinasi wisata daerah. "Piggy Trip adalah salah satu platform digital untuk bentuk wisata yang bisa kita ajak kolaborasi untuk mengembangkan tempat-tempat yang masih membutuhkan bantuan promosi," jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyoroti keterbatasan konten viral di media sosial yang kerap bersifat jangka pendek dan tidak memberikan dampak ekonomi. Menurutnya, platform digital yang terstruktur memiliki fungsi jangka panjang untuk menjaga eksistensi sebuah destinasi di mata wisatawan.

Dr. Dirk menyarankan agar para pengunjung dan mahasiswa berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk mengangkat keunggulan produk atau jasa lokal ke dalam aplikasi. "Bicarakan dengan pengelola apa yang mau dikembangkan, jika masyarakat punya kelebihan, itu bisa diangkat lewat platform ini agar ada dampak berkepanjangan bagi mereka," tambahnya.

Sementara itu, CEO Piggy Trip, Rudy Hartono yang juga hadir sebagai narasumber pada dialog tersebut mengungkapkan bahwa, banyak destinasi di Sulsel seperti Rammang-Rammang atau Bantimurung sudah familiar, namun akses informasinya masih terbatas. "Kadang kita mau ke Rammang-Rammang tapi tidak tahu retribusinya berapa, harga sewa perahunya berapa, atau apakah ada homestay di sana," ungkap Rudy.

Rudy mengaku alas an membangun Piggy Trip sebagai sebuah aplikasi ekosistem yang memberikan ruang informasi transparan bagi destinasi wisata, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Dijelaskan, aplikasi ini dirancang untuk menghubungkan wisatawan langsung dengan pelaku wisata dan penyedia jasa lokal.

Disebutkan, salah satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah sistem informasi berbasis lokasi atau GPS yang memudahkan pengguna mendapatkan data akurat sesuai keberadaan mereka. "Aplikasi yang kami bangun ini berbasis wilayah, misalnya jika dibuka di Maros, maka GPS akan otomatis memberikan informasi wisata di sekitar Maros," sebutnya.

"Kami ingin memberikan ruang sehingga masyarakat yang punya potensi kepariwisataan di tempatnya bisa ikut merasakan manfaat dari ekosistem digital ini," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....