Sidrap Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton Per Hektare
- 09 Mei 2026 19:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Sidrap - Syaharuddin Alrif melakukan inspeksi mendadak (sidak) sawah di Kelurahan Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memaparkan strategi peningkatan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare.
Di hadapan ratusan petani dan penyuluh pertanian, Syaharuddin menegaskan bahwa kunci peningkatan hasil panen terletak pada sinergi antara teknologi dan mekanisasi. Menurutnya, pola bertani tradisional perlu bertransformasi menuju sistem pertanian modern yang memanfaatkan alat mesin pertanian dan teknologi perlindungan tanaman.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo. Produk ini diklaim mampu membantu pengendalian gulma yang selama ini menjadi kendala petani. “Hari ini kita praktikkan sekaligus luncurkan Pirazo. Kalau ada teknologi baru seperti ini, petani harus terbuka dan mau mencoba. Ini demi efisiensi waktu dan tenaga,” ujar Syaharuddin.
Ia menjelaskan, penggunaan herbisida pratumbuh dan purnatumbuh akan membantu tanaman padi tumbuh optimal karena nutrisi pupuk tidak lagi terserap oleh gulma.
Selain perlindungan tanaman, Bupati juga mendorong pemanfaatan Rice Transplanter atau mesin tanam padi untuk meningkatkan efektivitas penanaman.
“Dengan kombinasi mekanisasi dan perlindungan tanaman yang tepat, saya optimistis produktivitas lahan di Sidrap bisa mencapai 10 ton bahkan lebih per hektare,” tambahnya.
Syaharuddin juga menyampaikan kabar baik terkait harga gabah yang saat ini berada di kisaran Rp7.300 per kilogram, yang dinilai cukup menguntungkan bagi petani.
Perwakilan PT Excel Meg Indo, Ode Khalik, menyebut Pirazo dirancang untuk mengendalikan gulma berdaun lebar hingga teki-tekian, baik pada metode tanam tabela maupun tanam pindah.
“Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga berkomitmen mendampingi petani agar hasil panen mereka semakin maksimal,” kata Ode Khalik.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut mencoba mengoperasikan Rice Transplanter di sawah, didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimcam Maritengngae.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan dukungan teknologi, Kabupaten Sidrap optimistis memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....