B50 Membuka Peluang Indonesia untuk Menjadi Surplus Solar

  • 07 Mei 2026 10:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kebijakan B50 justru membuka peluang Indonesia untuk menjadi surplus solar. Demikian disampaikan Muh. Nawir Toasim, Pengamat Energi UMI Makassar dalam perbincangan Bersama RRI Lewat Dialog Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 7 Mei 2026.

“kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, dari situ kita melihat bahwa dari sisi dampak terhadap ketersediaan BBM itu sebenarnya bisa menyebabkan ada potensi kelebihan pasokan khususnya untuk solar murni ya,” kata Nawir kepada RRI.

Dikatakan, dengan penggunaan B50 ini maka akan ada pengurangan impor BBM karena dengan berlakunya B50 ini diharapkan mampu menekan angka impor bahan bakar fosil khususnya solar. “Nah, kalau dilihat lagi dampak, itu ada pengurangan impor BBM tentunya ya karena dengan berlakunya B50 ini diharapkan mampu menekan angka impor bahan bakar fosil khususnya solar,” katanya kepada RRI.

Muh. Nawir Toasim, Pengamat Energi UMI Makassar mengatakan meskipun terjadi transisi B50, pemerintah memastikan untuk ketahahan stok energi nasional dalam kategori aman.

“Kemudian kalau dari sisi dampak yang lain itu ada ketahanan stok energi ya bahwa pemerintah memastikan meskipun terjadi transisi B50 tadi ya dianggap bahwa ketersediaan stok energi nasional itu ya bisa menjadi aman,” Kata Nawir dalam perbincangan Bersama RRI Lewat Dialog Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 7 Mei 2026.

Dikatakan, Dari sisi ekonomi makro, kebijakan ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan devisa negara. Dijelaskan bahwa pengurangan impor solar akan membantu pemerintah menghemat anggaran subsidi BBM secara besar-besaran.

Pemerintah Indonesia resmi menetapkan target implementasi biodiesel B50 secara menyeluruh pada 1 Juli 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat kedaulatan energi nasional dengan cara mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, terutama solar murni. Dengan mencampurkan 50% minyak nabati ke dalam bahan bakar, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas stok energi dalam negeri sekaligus menekan angka defisit perdagangan akibat impor BBM.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....