Ketahanan Pangan Sulsel ditengah Ancaman El Nino Ekstrem
- 29 Apr 2026 16:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Ancaman fenomena El Niño yang diprediksi semakin ekstrem menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah. Hal ini mengemuka dalam program “Makassar Menyapa” PRO1 RRI Makassar edisi rabu 29 April 2026 yang menghadirkan Narasumber Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Kemal Redindo Syahrul, melalui sambungan telepon.
Dalam dialog tersebut, Kemal Redindo Syahrul menjelaskan bahwa tentu dampak El Nino berpotensi memicu kekeringan panjang yang berimbas langsung pada sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa kondisi ini dapat menurunkan produktivitas pangan jika tidak diantisipasi sejak dini. “Kita semua sudah mendapat informasinya terkait waspada ancaman El Nino di tahun ini, menyebabkan curah hujan menurun drastic atau kekeringan akan cukup panjang tahun ini, sehingga ini berpotensi mengganggu masa tanam dan panen petani kita termasuk di Sulsel,” ujarnya.
Menurut Kemal, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga ketahanan pangan tetap stabil. Salah satu upaya utama adalah memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.” Ada sepuluh wilayah di sulsel yang akan terdampak tentunya,seperti Takalar,jeneponto termasuk makassar,namun kita juga punya beberapa kab/kota yang bisa membackup kebutuhan pangan selama musim kering dan itu sudah kita koordinasikan bersama,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong diversifikasi pangan sebagai solusi jangka panjang. Ketergantungan pada beras dinilai perlu dikurangi dengan mengembangkan komoditas lokal seperti jagung, sagu, dan umbi-umbian. “Diversifikasi pangan penting untuk mengurangi tekanan terhadap satu komoditas utama saat produksi terganggu,kita harapkan masyarakat bisa mengaplikasikannya karena kita punya banyak hasil pertanian yang bisa menjadi subtitusi beras yang ada disekitar kita,” tambahnya.
Kemal juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, petani, hingga pelaku distribusi sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif di lapangan.” Tentu kita jaga juga efek inflasi akibat El Nino ini,bisa saja ada kenaikan harga pangan yang fluktuatif di pasar tapi kita juga akan tetap lakukan Gerakan Pasar Murah yang selama ini efektif dampaknya,” sambungnya.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. Kemal mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan tidak melakukan pemborosan bahan pangan, terutama di tengah potensi gangguan pasokan akibat El Nino.Kemal Redindo Syahrul menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman iklim ekstrem. “Dengan langkah antisipatif yang terencana dan dukungan semua pihak, kami optimistis ketahanan pangan di Sulawesi Selatan tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan El Nino ekstrem,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....