BI Sulsel Kick Off UMKM REWAKO 2026

  • 28 Apr 2026 11:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai program UMKM dan Pesantren REWAKO tahun 2026. Kick off kegiatan digelar di Makassar pada Senin, 27 April 2026. Program REWAKO yang merupakan singkatan dari Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable ini dirancang sebagai pengembangan UMKM dan pesantren secara end-to-end, mulai dari proses seleksi, kurasi, pelatihan, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

KPwBI Sulsel menghadirkan empat skema utama, yakni UMKM REWAKO umum, UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah dan ketahanan pangan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan bahwa program ini menjadi komitmen BI dalam mendorong UMKM dan pesantren naik kelas.

“Program ini kami rancang untuk memperkuat kapasitas UMKM dan pesantren secara menyeluruh, agar semakin tangguh, produktif, dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2022, UMKM REWAKO terus berkembang. Hingga 2026, jumlah UMKM binaan dan mitra BI Sulsel telah mencapai 517 pelaku usaha. Tahun ini, masing-masing kategori UMKM REWAKO diikuti 75 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Sementara itu, Pesantren REWAKO akan melibatkan 30 pesantren.

BI Sulsel juga memperkuat akses pasar melalui sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri, serta mendorong linkage dengan ritel modern di dalam negeri. Selain itu, bersamaan dengan kick off REWAKO, BI Sulsel memulai program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti 30 UMKM guna mempercepat transformasi digital. “Digitalisasi menjadi kunci agar UMKM lebih efisien, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital,” tambah Rizki.

Ke depan, BI Sulsel akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar UMKM dan pesantren semakin mandiri serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....