Sembilan Kata Kunci Moderasi Harus Masuk Kurikulum Pendidikan
- 26 Apr 2026 23:18 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - FKUB Kota Makassar mengusulkan agar sembilan kata kunci moderasi beragama diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan. Usulan itu disampaikan dalam dialog Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar, Jumat, 24 April 2026.
Muballigh sekaligus anggota Komisi Sosialisasi FKUB Kota Makassar, Drs. H. Muhammad Qasim Abu Bakar, M.Pd., menjelaskan bahwa integrasi nilai moderasi tidak harus berbentuk mata pelajaran tersendiri, melainkan dapat terkoneksi dengan semua mata pelajaran yang ada. "Dengan pola integrasi, muatan nilai moderasi beragama bisa terkoneksi dengan semua mata pelajaran yang ada, baik dalam penguatan pemikiran keagamaan maupun dalam menata hubungan yang harmoni dalam kehidupan nyata," ungkap Qasim Abubakar dalam dialog Titian Ilahi RRI Pro 1 Makassar.
Sembilan kata kunci yang dimaksud meliputi kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi. Qasim menegaskan bahwa kesembilan indikator tersebut mencakup seluruh elemen kehidupan, bukan hanya ranah agama.
Ia juga meluruskan salah kaprah yang kerap terjadi di masyarakat. Moderasi beragama bukan berarti memudah-mudahkan atau menyederhanakan substansi agama. "Moderasi beragama dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan mengejawantahkan esensi agama yang melindungi martabat kemanusiaan," kata Qasim Abubakar.
Selain kurikulum formal, Qasim menekankan pentingnya kurikulum keluarga dan kurikulum kemasyarakatan sebagai lini pendidikan yang tidak kalah strategis. Pendidikan karakter yang dimulai dari rumah tangga, menurutnya, menjadi modal utama sebelum anak memasuki dunia pendidikan formal.
Qasim juga mendorong para mubalig agar memasukkan tema budi pekerti dan moderasi dalam setiap ceramah, merespons masukan pendengar yang menilai ceramah keagamaan saat ini lebih banyak bermuatan politik ketimbang pembinaan moral.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....