Pakar dan PLN Kompak Imbau Masyarakat Hemat Listrik

  • 25 Apr 2026 16:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pakar kelistrikan dari Universitas Hasanuddin dan PLN UID Sulselbar kompak mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Imbauan ini disampaikan dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa yang disiarkan Pro 1 RRI Makassar, menghadapi ancaman El Niño yang diprediksi lebih intens tahun ini.

Prof. Dr. Salama Manjang, Guru Besar Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, mengatakan penghematan listrik bukan sekadar imbauan saat krisis, melainkan kebiasaan yang perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Ia menyebut penggunaan AC sebagai salah satu titik pemborosan terbesar yang paling mudah dikendalikan.

"AC sebaiknya diatur pada suhu 24 hingga 26 derajat Celsius. Suhu itu sudah sehat dan nyaman. Filter AC juga perlu dibersihkan secara berkala agar tidak boros daya," kata Prof. Salama Manjang. Jumat, 24 April 2026.

Selain AC, Prof. Salama menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan pompa air yang menyala setiap kali keran dibuka. Ia menganjurkan sistem tandon atau penampungan air agar pompa cukup beroperasi sekali untuk memenuhi kebutuhan harian. Pada siang hari, lampu dalam ruangan sebaiknya dimatikan dan jendela dibuka untuk memanfaatkan cahaya alami.

Untuk kantor dan sekolah, ia mengingatkan agar peralatan listrik seperti lampu, AC, dan komputer tidak dibiarkan menyala saat ruangan kosong. Lampu dekoratif dan reklame juga perlu dibatasi dalam kondisi krisis energi.

Senada dengan itu, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselbar, Ahmad Amirul Syarif, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai waktu beban puncak yang berlangsung antara pukul 17.00 hingga 22.00. Pada jam tersebut, penggunaan peralatan listrik berdaya besar secara bersamaan seperti AC, mesin cuci, dan pompa air sebaiknya dihindari.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan peralatan listrik berdaya besar secara bersamaan, terutama pada jam beban puncak," ujar Ahmad Amirul Syarif.

Prof. Salama turut mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk mulai berinvestasi pada panel surya atau PLTS rumahan. Di musim kemarau, produksi listrik dari panel surya justru sangat optimal, dan jika dilengkapi baterai penyimpan dapat digunakan hingga malam hari tanpa bergantung pada jaringan PLN.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....