Cegah Kebakaran Besar, Lakukan Mitigasi Dini di Lingkungan Rumah

  • 21 Jul 2026 10:11 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar – Musim kemarau identik dengan suhu udara tinggi, cuaca terik, dan angin kencang. Kombinasi ini menurunkan kelembapan udara secara drastis serta membuat vegetasi di sekitar menjadi sangat kering.

Dalam kondisi seperti ini, percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat membesar dan memicu kebakaran hebat di area pemukiman, lahan kosong, maupun hutan.

Guna menekan risiko tersebut, lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengimbau pentingnya mitigasi dan pencegahan dini, mulai dari tingkat rumah tangga hingga sektor perkebunan.

Berikut adalah panduan langkah krusial untuk mencegah kebakaran saat musim kemarau berdasarkan arahan pakar dan panduan mitigasi bencana:

1. Lingkungan Rumah dan Pemukiman

Kebakaran di pemukiman kerap dipicu oleh aktivitas harian yang dianggap sepele, namun berdampak besar di tengah suhu ekstrem.

  • Periksa Instalasi Listrik secara Berkala

    Korsleting listrik merupakan penyebab utama kebakaran rumah. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kabel yang mengelupas, tidak menumpuk steker pada satu stopkontak (overload), dan menggunakan peralatan berstandar resmi (SNI).

  • Bijak Gunakan Kompor dan Gas

    Jangan meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan. Pastikan regulator dan selang gas terpasang rapat. BNPB mengingatkan masyarakat yang hendak bepergian lama untuk melepas regulator dari tabung gas guna mencegah risiko kebocoran.

  • Tidak Membuang Puntung Rokok Sembarangan

    Bara pada puntung rokok dapat membakar tumpukan sampah atau dedaunan kering dalam hitungan detik saat tertiup angin kemarau.

2. Area Lahan Kosong, Perkebunan, dan Hutan

Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkat tajam saat kemarau tiba.

  • Dilarang Membakar Sampah dan Mengolah Lahan dengan Api

    Membakar sampah di pekarangan atau membersihkan lahan dengan metode tebang-bakar sangat berbahaya. Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menegaskan bahwa pembakaran lahan berisiko tinggi meluas tak terkendali akibat angin kencang.

  • Pembersihan Vegetasi Kering (Firebreak)

    Pakar kebencanaan menyarankan pembersihan dedaunan, semak, dan rumput mati di sekitar pekarangan atau area pemukiman secara rutin. Langkah ini berfungsi sebagai pemutus rantai api (firebreak) agar api tidak merambat ke bangunan.

3. Langkah Kesiapsiagaan Dini

Selain upaya pencegahan, mempersiapkan peralatan proteksi diri di lingkungan tempat tinggal sangat disarankan.

  • Menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

    Sediakan minimal satu unit APAR skala rumah tangga atau siapkan karung goni basah untuk memadamkan titik api kecil sebelum meluas.

  • Mencatat Kontak Darurat

    Simpan nomor layanan darurat lokal, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Call Center Posko Bencana BNPB/BPBD setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....