Perempuan Sebagai Pilar Ekonomi Keluarga di Era Digital

  • 23 Apr 2026 05:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Peran ganda perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga kini semakin diperkuat dengan sentuhan teknologi digital. Hal ini menjadi bahasan utama dalam program acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar yang mengangkat tema Sinergi Dapur & Digital: Strategi UMKM Perempuan Menembus Pasar Global Berbasis Budaya, yang berlangsung pada Selasa 21 April 2026.

Acara ini menyoroti bagaimana kreativitas dari dapur rumah tangga kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas berkat transformasi digital. Hadir sebagai narasumber, Direktur CV Resky Tri Tunggal sekaligus Pengurus DPC IWAPI Kota Makassar, Dra. Hj. Fatmawati Masalam, M.Si., mengungkapkan bahwa potensi perempuan Indonesia dalam sektor ekonomi sangat besar.

Menurutnya, banyak perempuan yang kini terlibat aktif dalam usaha kuliner, fashion, hingga membatik. Kehadiran platform digital memungkinkan produk-produk rumahan tersebut dinikmati oleh masyarakat luas tanpa harus memiliki toko fisik yang besar.

Dalam pemaparannya, Fatmawati mencermati perubahan perilaku konsumen yang mulai beralih dari pasar konvensional ke platform daring. Fenomena sepinya sudut-sudut pasar dan toko pakaian fisik menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi telah mendominasi pola belanja masyarakat, mulai dari kebutuhan fashion, makanan, hingga suku cadang otomotif.

Kondisi ini dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi rumah tangga dan ekonomi rakyat untuk tetap relevan. Terkait strategi pemasaran, Fatmawati menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan WhatsApp Business menjadi instrumen utama yang paling efektif saat ini.

Meski sesekali merambah media sosial seperti Facebook dan Instagram, ia mengakui bahwa faktor usia terkadang menjadi hambatan teknis atau gaptek. Namun, ia menekankan pentingnya semangat belajar dan kolaborasi antargenerasi, termasuk meminta bantuan anak, agar tidak ketinggalan zaman.

Lebih lanjut, ia menyoroti kekuatan storytelling atau narasi produk yang diciptakan melalui media digital. Ia mencontohkan bagaimana warung kopi yang terletak di lorong-lorong tetap bisa dipadati pengunjung jika memiliki narasi yang menarik, kualitas olahan yang baik, serta harga terjangkau.

Digitalisasi membantu menciptakan daya tarik yang membuat konsumen bersedia datang langsung ke lokasi usaha meski tempatnya tersembunyi. Di akhir Obrolan, Fatmawati mengajak seluruh pelaku UMKM perempuan untuk tidak berdiam diri di tengah arus digitalisasi yang kian masif.

Sinergi antara keahlian tradisional dengan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membawa produk berbasis budaya lokal Makassar bersaing di kancah global. Langkah ini dianggap sebagai kunci utama dalam meningkatkan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui sektor digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....