Beasiswa untuk Disabilitas SLB, Komitmen Sulsel Jamin Masa Depan Pelajar

  • 18 Apr 2026 15:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Kesetaraan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas kembali menjadi sorotan utama dalam program Ruang Disabilitas di PRO1 RRI Makassar, Sabtu (18/4/2026). Mengangkat tema "Beasiswa Untuk Disabilitas SLB," dialog ini mengupas tuntas kebijakan strategis pemerintah dalam menjamin kelangsungan studi bagi siswa berkebutuhan khusus di Sulawesi Selatan dipandu Arfan Yusri.

Hadir sebagai narasumber utama Sary Dyana Muallim, S.Sos., M.M, selaku Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam penjelasannya, Sary menekankan bahwa program beasiswa khusus SLB ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk meminimalisir angka putus sekolah di kalangan pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) yang digagas oleh Gubernur Provinsi Sulsel di tahun 2025. Menurutnya, hambatan fisik atau intelektual tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan telah mengalokasikan anggaran khusus yang menyasar 4000 siswa SLB yang tersebar di Sulsel, baik di tingkat dasar maupun menengah. Beasiswa ini tidak hanya mencakup biaya operasional pendidikan sebesar 1,5 juta rupaih per tahun, tetapi juga bantuan tunjangan alat penunjang belajar yang disesuaikan dengan ragam disabilitas masing-masing siswa. Hal ini dilakukan agar proses belajar mengajar di SLB dapat berjalan lebih optimal dan inklusif,” jelasnya.

Sary Dyana Muallim menambahkan bahwa mekanisme penyaluran beasiswa tahun ini dibuat lebih transparan dan tepat sasaran dengan melibatkan verifikasi langsung dari pihak sekolah. Ia menegaskan: "Beasiswa ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi sumber daya manusia. Kami ingin memastikan anak-anak di SLB memiliki kepercayaan diri bahwa masa depan mereka dijamin oleh pemerintah. Fokus kami adalah memastikan bantuan ini sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan tanpa birokrasi yang menyulitkan."

Lebih lanjut, Sary mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam penyaluran bantuan ini adalah sinkronisasi data Dapodik dengan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan terus mendorong kepala sekolah dan operator SLB di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk proaktif memperbarui data siswa. Kerjasama yang baik antara sekolah dan dinas menjadi kunci utama agar tidak ada siswa disabilitas yang terlewatkan dari daftar penerima manfaat.

Dalam dialog tersebut, terungkap pula bahwa selain beasiswa prestasi dan bantuan kurang mampu, pemerintah juga mulai merancang program transisi bagi lulusan SLB agar dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau masuk ke dunia kerja. “Dukungan moral dari orang tua dianggap sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program ini. Sary berharap para orang tua tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya di SLB karena dukungan finansial dan fasilitas kini semakin diperhatikan secara serius,”tambahnya.

Dialog Ruang Disabilitas ini ditutup dengan komitmen dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus menambah kuota penerima beasiswa di tahun-tahun mendatang. “ Program ini sangat bermanfaat bagi mereka,semoga setiap tahunnya akan lebih baik dan lebih banyak siswa yang mendapatkannya agar menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah disabilitas. Kita tentu berharap Sulawesi Selatan mampu mencetak generasi disabilitas yang mandiri, berdaya saing, dan berprestasi,” tutup Sary.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....