Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar adalah Hoax
- 15 Apr 2026 14:42 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan informasi yang beredar di media sosial terkait adanya biaya pendaftaran pangkalan dan sub pangkalan LPG, khususnya LPG 3 kilogram bersubsidi, adalah tidak benar atau hoaks.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya keterangan dalam sebuah video di platform TikTok yang menyebut adanya pungutan biaya pendaftaran bagi calon pangkalan maupun pengecer LPG 3 kilogram.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi pemerintah yang penyalurannya diatur secara ketat.
“LPG 3 kg adalah produk subsidi yang pendistribusiannya diatur oleh pemerintah dengan sistem kuota, sehingga harus dipastikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak,” ujar Lilik, Rabu 15 April 2026.
Ia menegaskan, seluruh proses pendaftaran menjadi pangkalan resmi LPG 3 kilogram tidak dipungut biaya atau gratis.
“Perlu kami tegaskan bahwa pendaftaran menjadi pangkalan LPG 3 kg bersubsidi tidak dipungut biaya alias gratis. Informasi yang mencantumkan biaya tertentu tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Pertamina maupun Pertamina Patra Niaga,” tegasnya.
Menurut Lilik, akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut bukan akun resmi perusahaan dan diduga mencoba menyerupai identitas Pertamina untuk menyesatkan masyarakat.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang mengatasnamakan Pertamina dan meminta sejumlah bayaran.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait LPG bersubsidi diimbau untuk menghubungi layanan resmi Pertamina atau mendatangi kantor terdekat guna memastikan kebenaran informasi.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....