Pemerintah Diharapkan Sediakan Bibit Unggul untuk Kualitas Kedelai Lokal
- 13 Apr 2026 18:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah diharapkan dapat menyediakan bibit unggul bagi para petani kedelai di seluruh Indonesia untuk mendapatkan kualitas kedelai lokal yang dapat bersaing dengan kualitas kedelai impor. Demikian disampaikan Ridwan, Owner Pabrik Tahu Putra Selayar dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 13 April 2026.
Dikatakan, Tanpa bibit yang berkualitas, hasil panen kedelai lokal akan terus tertinggal di bawah standar kedelai impor. Selain menyediakan bibit unggul dari varietas kedelai, pelatihan kepada para petani juga dianggap penting untuk menudukung targter swasembada kedelai 2029 ini.
Selain faktor bibit, Pak Ridwan juga menyoroti pentingnya peran instansi terkait dalam membina petani. Diperlukan pelatihan-pelatihan khusus bagi petani kedelai agar mereka mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar industri.
“Kalau harapan saya kedepannya, apabila toh memang kita mau swasembada kedelai, saya berharap kepada pemerintah untuk mengadakan bibit-bibit unggul untuk petani-petani kedelai khususnya, Kemudian kalau bisa eh turunkan instansi-instansi terkait ke petani untuk melakukan pelatihan-pelatihan agar hasil panennya bisa tergolong kualitas bagus begitu,” kata Ridwan kepada RRI.
Dikatakan, Pendampingan secara intensif diharapkan dapat mengubah pola tanam dan teknik pengelolaan pascapanen. Jika kualitas hasil panen meningkat, otomatis para pengusaha tahu akan lebih tertarik untuk menyerap kedelai dari petani lokal.
Dukungan penuh pemerintah melalui bibit dan edukasi diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan di masa depan. Dengan sinergi yang baik, target swasembada 2029 diharapkan bisa membawa dampak positif bagi petani maupun pengusaha tahu dan tempe di Indonesia.
Khusus untuk kedelai, Kementerian Pertanian pada tahun ini mulai melakukan pengembangan 73.000 hektar lahan kedelai. kebutuhan kedelai tahunan Indonesia mencapai 2,9 juta ton dengan produksi dalam negeri hanya mencapai 350 ribu ton per tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....