Sidrap Sukses Panen Perdana PM-AAS, Kementan Siapkan Pengembangan 10 Ribu Hektare

  • 07 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, SIDRAP - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang resmi melaksanakan panen perdana program Pertanian Modern–Sistem Pertanian Maju atau PM-AAS di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kamis (6/8/2026). Lahan percontohan seluas 100 hektare ini mencatat hasil yang melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan hasil ubinan, padi varietas Inpari 48 yang ditanam sejak 30 April 2026 dipanen pada umur 98 hari, menghasilkan rata-rata 11,2 ton gabah per hektare. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 10 ton per hektare.

Program PM-AAS mengedepankan penggunaan teknologi canggih, mekanisasi alat pertanian, serta sistem budidaya modern. Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus memperkokoh posisi Sidrap sebagai lumbung pangan nasional yang andal.

Panen raya ini dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule. Turut hadir Plt Kepala Dinas Pertanian Sulsel Bustanul Arifin, Kepala BBRPM Zainal Abidin, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta kelompok tani setempat.

Dirjen Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan keberhasilan ini buah dari kerja sama lintas pihak. Ia juga menyampaikan apresiasi Menteri Pertanian atas capaian swasembada pangan nasional tahun 2025.

“Menteri Pertanian menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Tahun 2025 kita berhasil mencapai swasembada pangan,” katanya.

Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui optimasi lahan, cetak sawah baru, pompanisasi, benih unggul, hingga rehabilitasi irigasi. Upaya ini mendorong kenaikan produksi pangan nasional lebih dari 13 persen pada 2025.

Di Sulawesi Selatan, produksi padi naik dari sekitar 4,8 juta ton menjadi 5,5 juta ton. Khusus Sidrap, capaian meningkat dari 256 ribu ton pada 2024 menjadi lebih dari 270 ribu ton pada 2025. Ke depan, program PM-AAS akan dikembangkan hingga 10 ribu hektare di Sidrap guna menyokong target produksi satu juta ton gabah.

Bupati Syaharuddin Alrif menyebut hasil ini bukti nyata pertanian modern mampu melampaui harapan, bahkan di tengah tantangan musim kemarau akibat El Nino. “Target kita 10 ton per hektare. Alhamdulillah hasilnya mencapai 11 ton per hektare. Ini membuktikan pilot project pertanian modern di Sidrap sukses melampaui target,” ujar Syaharuddin.

Kesuksesan ini mendorong Kementerian Pertanian berkomitmen dukung pengembangan luas 10 ribu hektare lengkap dengan bantuan benih, pupuk urea, Phonska, dan organik. Bupati juga meminta Bulog menyerap gabah petani dengan harga layak mengingat kualitas dan rendemen gabah Sidrap yang tinggi.

Plt Kepala Dinas Pertanian Sulsel Bustanul Arifin menilai momen ini bukan sekadar panen padi, melainkan panen semangat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Panen hari ini bukan sekadar memanen padi, tetapi juga memanen semangat perubahan. Keberhasilan Sidrap diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBRPM Zainal Abidin menyatakan hasil panen di tengah kemarau membuktikan efektivitas teknologi modern. Ia optimistis pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare akan membawa Sidrap menuju target produksi satu juta ton gabah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....