Pemerintah Target Swasembada Kedelai 2029
- 13 Apr 2026 18:16 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai swasembada kedelai pada tahun 2029 mendatang. Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah Muchdar, Pengamat Pertanian dari Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar saat berbincang Bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 13 April 2026 mengatakan bahwa target tersebut bukanlah sekadar mimpi semata.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal dasar yang cukup kuat untuk merealisasikan kemandirian pangan di sektor komoditi kedelai. “Kami dari peneliti juga sebagai tenaga edukasi, kalau melihat ini sebenarnya kita tidak bermimpi ya, kita tidak bermimpi untuk bisa sampai ke target swasembada kedelai, Kenapa saya katakan seperti itu? Kita sebenarnya punya potensi ya, punya potensi terutama lahan, kita juga punya petani, kita juga punya, alhamdulillah, teknologi yang sudah setiap tahun pemerintah gelontorkan dana untuk melakukan riset,” kata Prof kepada RRI.
Dikatakan, ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor saat ini masih sangat tinggi, yakni mencapai angka di atas 90 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan nasional dengan kemampuan produksi petani lokal yang ada sekarang.
Data menunjukkan bahwa kebutuhan kedelai nasional terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, mencapai angka sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton. Di sisi lain, angka produksi dalam negeri masih jauh dari harapan karena belum mampu menembus angka satu juta ton per tahun. Secara rata-rata, produksi lokal saat ini hanya mampu bertahan di kisaran angka 500 ribu ton saja.
“Kebutuhan kedelai kita setiap tahun itu meningkat. Sekarang sekitar 2,6 sampai 2,7 ton setiap tahun, Sementara produksi kita kan ya orang-orang sudah tahu, 500 sekitaran 500 ribu aja, 1 juta aja enggak nyampe,” kata Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah Muchdar, Pengamat Pertanian dari Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar saat berbincang Bersama RRI
Prof. Aminah menekankan pentingnya peningkatan teknologi pertanian secara masif. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah karakteristik lahan di Indonesia yang sebagian besar merupakan lahan kering. Kondisi ini menjadi hambatan serius mengingat tanaman kedelai secara alami memiliki sifat yang cukup sensitif terhadap ketersediaan air.
Oleh karena itu, intervensi teknologi dalam hal pengelolaan sumber daya air menjadi prioritas utama yang harus disiapkan pemerintah. Pengelolaan irigasi pada lahan kering akan menjadi penentu apakah target swasembada 2029 dapat tercapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....