Pengembangan Keterampilan Pondasi Kemandirian Finansial Disabilitas

  • 11 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pengembangan keterampilan fondasi utama dalam membangun kemandirian finansial penyandang disabilitas. Demikian disampiakan Rizka Rustam, Bendahara Pertuni Sulawesi Selatan serta Staff UPT PPRSA Inang Matutu Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan saat berbincang dalam diskusi Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 11 April 2026.

Dikatakan, keahlian yang dimiliki bukan sekadar pengisi waktu, melainkan modal untuk membuka peluang usaha secara mandiri. Dengan memiliki kompetensi tertentu, kepercayaan diri mereka akan terbentuk untuk terjun langsung ke dunia kerja atau wirausaha.

Rizka Rustam selaku Bendahara Pertuni Sulawesi Selatan serta Staff UPT PPRSA Inang Matutu Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan saat berbincang dalam diskusi Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Makassar mengatakan bahwa ada dua jalur utama bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh keahlian, yaitu melalui bakat sejak lahir dan melalui pelatihan intensif.

Lebih lanjut dikatakan, Berbagai jenis pelatihan telah tersedia untuk mendukung beragam kelompok disabilitas, mulai dari menjahit hingga tata rias. Bagi penyandang disabilitas netra, pelatihan yang relevan mencakup penggunaan komputer, keterampilan hingga kursus memasak. Diversifikasi pelatihan ini bertujuan agar setiap individu dapat menemukan kecocokan minat dengan kebutuhan pasar saat ini. Kaitan antara keterampilan dan kepercayaan diri sangatlah erat dalam membangun mentalitas wirausaha.

“Jadi pelatihan yang paling urgen itu komputer, Menjahit, tata busana, tata rias, pertukangan, itu boleh sekali tergantung dari kebutuhan dari teman-teman ragam disabilitas, Kalau misalkan teman-teman disabilitas netra, mungkin tidak mengikuti pelatihan menjahit, tapi komputer atau pelatihan massage misalnya, atau bahkan teman-teman disabilitas netra bisa lho ikut pelatihan masak-memasak,” katanya kepada RRI

Kemandirian finansial secara otomatis akan tercapai ketika para penyandang disabilitas mulai mendapatkan penghasilan dan pelanggan tetap. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk memberikan kontribusi ekonomi bagi diri sendiri maupun lingkungan. Keberhasilan usaha mandiri ini juga menjadi pembuktian bagi masyarakat akan potensi besar yang mereka miliki.

“Misalkan mereka sudah punya bekal keterampilan, Saya harus percaya diri, saya harus buka usaha sendiri, kepercayaan diri untuk membuka usaha dari berasal dari keterampilan yang sudah mereka jalani, kemudian itu otomatis kemandirian finansial sudah ada pasti akan mendapatkan penghasilan, mendapatkan pelanggan dan lain sebagainya,” kata Rizka kepada RRI.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....