Munafri: Program MBG Gerakkan Pasar Tradisional dan Ekonomi Lokal

  • 11 Apr 2026 08:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 yang dikelola oleh Yayasan Wadah Merah Putih dari Wahdah Islamiyah di Jalan Antang Raya, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi kehadiran fasilitas SPPG sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam pemenuhan gizi masyarakat. Ia menyebut, program ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk memperhatikan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Munafri menegaskan, pelaksanaan MBG melalui SPPG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG, kata dia, telah mendorong perputaran ekonomi di pasar tradisional karena sebagian besar bahan baku diserap dari pedagang lokal.

“Ini menciptakan efek ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munafri menyebut program ini sebagai instrumen strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus, mulai dari peningkatan gizi anak, pembangunan karakter, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia juga mengaitkan program MBG dengan upaya kemandirian pangan yang tengah didorong Pemkot Makassar, salah satunya melalui konsep urban farming. Pemanfaatan lahan sempit dengan teknologi dinilai dapat mendukung ekosistem pemenuhan gizi hingga tingkat rumah tangga.

Selain itu, Munafri mendorong integrasi sektor peternakan, seperti pengembangan ayam petelur, guna memastikan ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan untuk dapur MBG.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan manajemen yang baik dalam pengelolaan SPPG agar program berjalan optimal dan berkelanjutan.

Saat ini, implementasi SPPG di Kota Makassar telah mencapai 104 unit yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sasaran tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

“Ini program yang sangat brilian karena efek dominonya besar, bukan hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam meningkatkan aktivitas ekonomi,” tambahnya.

Munafri berharap kehadiran SPPG Manggala 03 dapat semakin memperkuat ekosistem pemenuhan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat atas peresmian ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....