Gerakan Indonesia ASRI, Siswa Diajak Naik Sepeda ke Sekolah

  • 02 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong murid menggunakan transportasi ramah lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2026, sebagai upaya mendorong penghematan energi sekaligus membentuk karakter murid yang berkelanjutan.

Dikutip dari Kemendikdasmen.go.id, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, mengatakan penggunaan moda transportasi seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, hingga transportasi publik menjadi bagian dari pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini.

“Penggunaan sepeda ke sekolah tidak hanya sebagai alternatif transportasi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter murid agar lebih mandiri, sehat, dan memiliki kesadaran terhadap lingkungan,” ujarnya dalam program Indonesia Menyapa Siang Pro3 RRI, Selasa (31/3).

Secara global, pembatasan kendaraan bermotor di sekitar sekolah diketahui dapat menurunkan polusi udara hingga sekitar 23 persen. Selain itu, penggunaan sepeda untuk jarak dekat dinilai mampu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak jika dilakukan secara konsisten.

Kemendikdasmen juga menilai kebijakan ini memiliki dampak lanjutan, seperti mengurangi kemacetan pada jam masuk dan pulang sekolah serta meningkatkan efisiensi energi di kawasan perkotaan.

Dalam implementasinya, aspek keselamatan murid menjadi prioritas utama. Kemendikdasmen mendorong penguatan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) serta pengaturan lalu lintas yang aman di sekitar lingkungan pendidikan.

Pelaksanaan kebijakan ini dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing, termasuk faktor geografis dan karakteristik daerah. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta pemerintah daerah dalam memastikan tersedianya rute yang aman bagi murid.

Selain itu, sekolah juga didorong menjadi ruang pembiasaan efisiensi energi melalui praktik sederhana, seperti penghematan listrik, penggunaan air secara bijak, serta pemanfaatan pencahayaan alami.Kemendikdasmen menilai perubahan kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang sehat, mandiri, dan sadar energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....