FKUB Ajak Umat Jaga Kerukunan dan Lingkungan di Bulan Ramadan
- 28 Feb 2026 22:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Adib Abdus Samad, menekankan pentingnya menjaga tiga pilar kerukunan. Adib menjelaskan bahwa PKUB bertanggung jawab langsung di bawah Menteri Agama untuk memastikan kedamaian antar umat beragama, intern umat, serta hubungan harmonis antara umat dengan pemerintah.
“Tak hanya hubungan antarmanusia, manusia harus hidup selaras dengan lingkungan agar terhindar dari berbagai bencana alam yang kerap melanda akibat kelalaian manusia dalam menjaga bumi,” hal ini disampaikan dalam ceramah tarwih langsung dari Mesjid Raya Makassar dan juga live di RRI Pro 4 Makassar, Jumat, 27 Februari 2026, malam.
Pria asal Pekalongan yang merupakan alumni PTKIN serta lulusan S2 dan S3 dari Australia, ini merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Makassar. Baginya, keberagaman kuliner di Indonesia adalah cermin nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus dirawat.
Lebih lanjut, Adib memberikan apresiasi tinggi kepada Kota Makassar yang pada tahun sebelumnya berhasil meraih Harmony Award. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Makassar adalah kota yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakatnya.
“Baru-baru ini, saya juga mendampingi Wali Kota Makassar untuk meluncurkan 10 lokasi Desa atau Kelurahan Sadar Kerukunan (Harmony Villages),” beber Adib
Dalam konteks ibadah Ramadan, Adib mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum transformasi diri. Ia menekankan bahwa kerukunan adalah investasi yang sangat mahal dan menjadi modal dasar pembangunan bangsa.
“Dengan suasana yang damai dan rukun, umat dapat menjalankan ibadah salat Tarawih dan rangkaian ibadah lainnya dengan tenang dan khusyuk,” pesan damai yang disampaikan Adibs pada ceramah tarwihnya.
Ia mengingatkan bahwa, manfaat besar dari puasa Ramadan hanya bisa diraih melalui jihad sungguh-sungguh di jalan Allah. Dengan komitmen untuk "berhijrah" menjadi pribadi yang lebih baik, diharapkan Ramadan tahun ini mampu meninggalkan bekas yang mendalam dan mengubah karakter setiap individu menjadi lebih harmonis, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam semesta. (RRI/Febriyan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....