Kemenag Sulsel Beberkan Capaian Transformasi Pelayanan Sepanjang 2026

  • 11 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Transformasi pelayanan publik yang digagas Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan hasil. Di hadapan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, H. Ali Yafid, memaparkan sederet capaian strategis yang menjadi bukti penguatan pelayanan keagamaan, pendidikan, tata kelola pemerintahan, hingga pemberdayaan ekonomi umat sepanjang tahun 2026.

Paparan bertajuk "ASN Kemenag Sulsel Level Up 2026: Laporan Capaian Strategis" itu disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Jumat 10 Juli 2026.

Ali Yafid menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh ASN Kemenag Sulsel dalam menghadirkan layanan yang semakin profesional, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

"Laporan ini bukan sekadar angka dan statistik, tetapi menjadi cerminan semangat seluruh ASN Kemenag Sulsel untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sulawesi Selatan yang mencapai 82,3, melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Sulsel di jajaran provinsi dengan tingkat kerukunan terbaik di Indonesia. Untuk menjaga kondisi tersebut, Kanwil Kemenag Sulsel juga membentuk 312 Tim Early Warning System (EWS) yang menjangkau seluruh kabupaten, kota, hingga kecamatan sebagai upaya deteksi dini potensi konflik sosial bernuansa keagamaan.

Di bidang pendidikan, prestasi madrasah Sulawesi Selatan juga terus bersinar. MAN 2 dan MAN 3 Makassar sukses mengharumkan nama Indonesia sebagai juara dunia robotik, sementara MTsN Soppeng mencatat prestasi sebagai juara umum tingkat internasional. Tak hanya itu, puluhan siswa madrasah juga berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka Sulawesi Selatan.

Penguatan pelayanan keagamaan juga terus dilakukan melalui pembangunan 119 Kantor Urusan Agama (KUA) berbasis SBSN, peningkatan kompetensi guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam, serta percepatan sertifikasi tanah wakaf bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional dan Kejaksaan.

Di sektor ekonomi umat, Kanwil Kemenag Sulsel mengembangkan 91 program Inkubasi Bisnis Syariah sebagai upaya menciptakan lembaga keagamaan yang lebih mandiri sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Ali Yafid menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

"Kami akan terus melakukan level up agar Kementerian Agama semakin profesional, semakin dipercaya masyarakat, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi umat," tegasnya.

Melalui berbagai capaian tersebut, Kemenag Sulsel menunjukkan bahwa transformasi birokrasi tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan berkualitas.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....