Program INSPIRASI Yayasan BaKTI, Kembangkan Pemimpin Muda

  • 21 Feb 2026 19:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan, dan salah satu inisiatif penting dalam mengembangkan potensi tersebut adalah Indonesia Young Leaders Programme, yang lebih dikenal dengan nama Program INSPIRASI. Diselenggarakan oleh Yayasan Bakti dengan dukungan dari pemerintah Selandia Baru, program ini bertujuan untuk mencetak pemimpin muda yang berkompeten dan siap membawa perubahan di wilayahnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, program ini telah berhasil menghasilkan lebih dari 65 alumni yang berasal dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia. Yayasan Bakti, sebagai pelaksana program, terus berkomitmen untuk memperluas cakupan dan dampak positif program ini, khususnya dalam membekali pemuda dengan keterampilan dan kepercayaan diri untuk berkontribusi pada pembangunan daerah masing-masing.

Sherly Heumasse, Program Officer INSPIRASI Yayasan BaKTI, dalam wawancaranya dengan Pro 1 RRI Makassar pada program Ruang Diabilitas (21/02/2026), menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari Program Inspirasi adalah membangun kapasitas para pemuda yang terlibat dalam organisasi masyarakat sipil (CSO) dan NGO.

"Kami ingin peserta program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan daerah," ungkap Sherly.

Sherly Heumasse dalam Dialog Ruang Disabilitas PRO 1 RRI Makassar (2102/2026)

Program ini menyasar pemuda berusia 20-30 tahun yang aktif dalam organisasi masyarakat sipil dan berfokus pada isu-isu pembangunan penting, seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Selain itu, peserta program juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di New Zealand, yang meliputi kursus tentang pembangunan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas kepemimpinan global.

Upaya menjangkau pemuda dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya kawasan timur, semakin intensif melalui pendekatan inklusif dan pemanfaatan platform media sosial. "Kami memanfaatkan media sosial untuk bisa menghubungi pemuda di daerah-daerah yang mungkin sulit dijangkau oleh media mainstream, agar informasi mengenai program ini bisa tersebar lebih luas," tambah Sherly.

Pendanaan penuh untuk program ini disediakan oleh pemerintah Selandia Baru melalui MFAT, dengan pelaksanaan di Indonesia dilakukan bekerja sama dengan Yayasan BaKTI. Kerjasama ini memastikan keberlanjutan program serta dampak positif yang dapat dirasakan oleh pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang, dalam upaya mencetak pemimpin-pemimpin muda yang siap untuk memajukan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....