Ratusan SPPG Sulsel Belum Kantongi Sertifikat SLHS
- 09 Feb 2026 21:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat masih banyak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total sekitar 500 SPPG yang telah beroperasi di wilayah tersebut, baru 279 SPPG yang memiliki sertifikat SLHS.
Plh Deputi Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Ermia Sofiyessi, mengatakan bahwa kepemilikan SLHS menjadi salah satu fokus utama BGN pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Senin, 9 Februari 2026.
"Karena memang fokus kami di tahun 2026 ini, adalah peningkatan kualitas dari SPPG salah satunya kewajiban SPPG memiliki SLHS," kata Ermia Sofiyessi,
Dikatakan untuk di Sulawesi Selatan, dari 500 SPPG yang beroperasi, baru 279 SPPG yang memiliki SLHS. "Ini memang perlu menjadi perhatian, karena syarat setelah mendirikan SPPG wajib bersertifikat SLHS," ucap Ermia.
Ia berharap agar pertengahan tahun 2026 ini, seluruh SPPG di Sulawesi Selatan dapat bersertifikat layak higenis sanitasi. Ditegaskan jika SPPG belum juga memiliki SLHS maka disiapkan sanksi berupa pemberian surat peringatan hingga penutupan permanen.
"Setiap kebijakan pasti ada sanksi. Jadi satu bulan setelah SPPG itu beroperasi wajib mendaftarkan SLHS," tegas Ermia.
Di tingkat nasional, Ermia menyebutkan bahwa dari sekitar 23 ribu SPPG yang telah beroperasi di Indonesia, baru sekitar 8 ribu SPPG yang memiliki SLHS. Meski demikian, ia menilai tingkat kepemilikan SLHS di Sulawesi Selatan masih tergolong cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
"Dan Alhamdulillah Sulawesi Selatan masih cukup tinggi untuk keikutsertaan kepemilikan SLHS ini," kata Ermia.
Adapun, lanjut Ermia, di tahun 2026 ini terjadi penambahan pendirian SPPG dari 32 ribu SPPG di tahun 2025, naik menjadi 36 ribu SPPG di tahun 2026. Sehingga dari tahun 2025 ke 2026 terjadi penambahan pendirian SPPG sebanyak empat ribu SPPG.
"Jadi ada penambahan sekitar empat ribu SPPG dan saat ini masih berproses di tahap persiapan," kata Ermia."Ini menandakan respons dari rakyat Indonesia tentang adanya program Makan Bergizi Gratis ini."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....