Ahli Gizi Siapkan Daftar Menu Makan Bergizi Gratis
- 11 Jan 2025 10:45 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Nunukan menyiapkan daftar menu untuk program makan bergizi gratis (MBG). Menu ini dirancang untuk memastikan gizi anak terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi.
Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Nunukan, Selamet, SKM, menjelaskan menu makan bergizi gratis ini bertujuan untuk memperbaiki gizi anak-anak. Menurutnya, PERSAGI telah menyusun menu makan selama lima hari sekolah dengan berbagai variasi bahan makanan yang bergizi.
Menu untuk lima hari pertama dimulai dengan nasi, ayam krispi, tumis kacang panjang tempe, dan buah semangka pada hari pertama. Hari kedua disajikan nasi, ikan bumbu Bali, sayur bening bayam jagung, dan pisang. Pada hari ketiga, menu terdiri dari nasi, telur baladi, sup tahu wortel, dan buah melon. Menu hari keempat adalah nasi, sambal ati ampla kacang, tumis kates kacang panjang, dan buah pepaya, sementara hari kelima menyediakan nasi, ayam lada hitam, sayur asam, dan pisang susu.
“Selain menu utama, kami juga menyediakan dua menu cadangan untuk mengganti bahan jika sewaktu-waktu tidak tersedia. Misalnya, jika bahan untuk sup tidak ada, bisa diganti dengan menu cadangan,” kata Selamet, Sabtu (11/1/2025).
Ia menambahkan penting untuk menjaga kebersihan dan sanitasi dalam proses penyediaan makanan. Para penyedia makanan diharapkan memperhatikan kebersihan mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi. Meskipun belum terlibat langsung dalam proses tersebut, PERSAGI siap untuk ikut terlibat guna memastikan kualitas makanan.
"Jadi kami di sini atas nama PERSAGI, khawatir jangan sampai ada apa-apa di tahapan-tahapan tersebut, tapi kami masih belum diminta untuk bisa ikut terlibat di situ, tapi sebagai antisipasi kami sudah siap-siap memang untuk bisa ikuti terlibat misalnya kami ada sudah perintahkan petugas di Puskesmas untuk antisipasi,” ujarnya.
Selamet juga menjelaskan program MBG untuk anak-anak sekolah di Nunukan Selatan menyasar sekitar 2.700 orang. Sedangkan untuk ibu hamil dan menyusui, pelaksanaan program MBG masih dalam tahap persiapan dan petugas kesehatan telah menyediakan data yang diperlukan untuk pelaksanaan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....